EQUATOR TV, TARAKAN – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) kini resmi ada di Kaltara, tepatnya pada hari ini (15/01/24), yang ditandai dengan Grand Opening KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah sebagai KBIHU pertama di Kalimantan Utara.
Grand Opening KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah yang digelar di Gedung Asrama Haji Transit Kampung Empat, Tarakan ini, mengacu pada Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor : 1419 Tahun 2024, yang mengeluarkan Surat Keputusan akan peresmian izin pendiriannya.
Tampak hadir dalam Grand Opening kali ini, Hj.Wahida selaku Direktur KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah, yang juga dikenal sebagai Direktur PT. Wahida Tenrisau Indah, salah satu biro penyelenggara haji dan umroh ternama di Kaltara.
Hadir juga dalam peresmian kali ini, Efrilen Hafiz, M.Si. selaku Subdit Bimbingan Jamaah Haji mewakili Bina Haji Kementrian Agama Republik Indonesia, serta Pj. Walikota Tarakan yang diwakilli oleh Kabag Kesra Sekretariat Daerah, Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten/Kota se-Kaltara, Ketua Organisasi Keagamaan Sosial Kemasyarakatan, Kasi PHU se-Kaltara, serta para Calon Jamaah Haji Kota Tarakan tahun 2025.
Dalam sambutannya, Wahida bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mau terlibat dan membantu selama proses KBIHU Al-Wahid Rezki Barokah diajukan. “Saya sebagai Direktur KBHI, insyaallah selalu ingin memberikan pelayanan yang terbaik sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. Saya berterima kasih kepada saudara-saudara Kemenag yang membantu proses perizinan ini. Bahkan saya sangat bersyukur, saya tidak mengeluarkan sepeserpun biaya,” ucap Wahida.
Selanjutnya, dilanjutkan sambutan Subdit Bimbingan Jamaah Haji mewakili Bina Haji Kementrian Agama Republik Indonesia, Efrilen. Ia menyampaikan bahwa sebelumnya ada 3 provinsi di Indonesia yang belum memiliki KBIHU, yakni Provinsi Maluku, Maluku Utara dan Kalimantan Utara. “Saat izin beliau ini (Provinsi Kalimantan Utara) masuk ke meja kami, kita prioritaskan. Sekarang itu ada 173 pengajuan izin sedang ditinjau. Jadi saya minta dispensasi satu untuk diprioritaskan. Akhirnya kita minta persyaratan dan langsung kita bawa ke Direktur. Itu prosesnya Panjang harus paraf Direktur Bina Haji dulu, paraf Sekretaris dulu, Biro Hukum dulu, karena ini Keputusan Menteri Agama”, imbuh Efrilen.
Usai peresmian, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan penyerahan Surat Keputusan dari Bina Haji Kementrian Agama Republik Indonesia kepada Direktur KBIHU Al-Wahid Rezki BarokahH Hj.Wahida dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Tarakan, H.Syopyan, S.Ag., M.Pd. “Alhamdulillah dengan hadirnya KBIHU ini, saya pribadi sangat berharap dukungan dari pemerintah, bagaimana caranya saya bisa membantu jamaah-jamaah haji, memberikan pelayanan yang terbaik khususnya di Kalimantan Utara” tutup Wahida.(VT)










