EQUATOR-TV, TARAKAN – Di tengah geliat ekonomi lokal yang terus tumbuh, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali menjadi perhatian. Kali ini, perhatian datang langsung dari Senayan. Anggota DPR RI Komisi VII, Rahmawati Zainal Paliwang, yang turun langsung ke Tanjung Selor, Kalimantan Utara, untuk membawa misi penting, yakni menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM.
Bukan tanpa alasan Rahmawati memilih turun langsung ke daerah, karena ia menilai pemahaman yang kuat terhadap regulasi ini menjadi kunci agar pelaku UMKM mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika perekonomian. Undang-undang dihadirkan untuk memberikan kemudahan, namun bila tidak dipahami, potensi tersebut bisa saja terlewatkan begitu saja. ujarnya.
Dalam forum yang berlangsung hangat itu, Rahmawati menekankan bahwa, “Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat membantu pelaku UMKM untuk lebih memahami hak dan kewajiban mereka serta berbagai peluang yang ada untuk pengembangan usaha,” ujar Rahmawati
Regulasi bukan sekadar aturan di atas kertas, namun juga merupakan alat untuk memperkuat pondasi ekonomi rakyat. UU UMKM bukan hanya bicara soal legalitas usaha, tapi juga membuka jalan terhadap akses permodalan, perlindungan hukum, hingga peningkatan daya saing produk lokal.
Sebagai wakil rakyat yang membidangi sektor UMKM, Rahmawati memastikan perjuangannya tak berhenti di meja parlemen. “Sebagai bagian dari Komisi 7, saya akan terus berjuang agar kebijakan yang berpihak pada UMKM dapat diteruskan dan diperbaiki. Ini penting agar UMKM dapat terus berkembang, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing di pasar global,” tambahnya.
Acara sosialisasi ini disambut dengan antusias oleh para pelaku UMKM dari berbagai latar belakang, mulai dari produsen makanan lokal hingga pengrajin tradisional. Berbagai topik dibedah, mulai dari strategi memperluas pasar hingga bagaimana mengakses pembiayaan yang disediakan pemerintah. UMKM bukan sekadar urusan ekonomi, tapi tentang keberlanjutan hidup masyarakat kecil. Dan untuk itu, mereka tak berjalan sendiri.










