EQUATOR TV, TARAKAN – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) XIII Tarakan menyelenggarakan Seminar Kepemudaan bertema “Membangun Jiwa Maritim dan Kepemimpinan Pemuda Menuju Kaltara Maju” pada Senin (05/05/2025), bertempat di Gedung Serbaguna Lantamal XIII, Tarakan, Kalimantan Utara.
Kegiatan ini menghadirkan kurang lebih 30 orang peserta dari berbagai kalangan, di antaranya mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), pelajar dari SMP 3 Tarakan, SMA Hangtuah, Sekolah Nahdlatul Ulama Tarakan, serta perwakilan organisasi kepemudaan se-Kaltara.
Seminar kali ini bertujuan menggugah semangat generasi muda dalam memahami serta mengelola potensi kemaritiman di Kaltara, yang dinilai sangat strategis baik dari sisi geografis, ekonomi, maupun pertahanan negara. “Seminar ini digelar karena potensi sumber daya alam Kaltara, khususnya di bidang kemaritiman, sangat besar. Kami bersama UBT ingin menggugah semangat pemuda untuk melihat peluang ini, seperti budidaya rumput laut, perikanan, dan perkebunan”, ujar
Danlantamal XIII Tarakan – Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla., CIQaR, dalam wawancaranya dengan Tim Liputan.
“Harapannya, ada dukungan regulasi dari pemerintah provinsi Kalimantan Utara agar program-program ini berkelanjutan dan menjadikan Kaltara dikenal sebagai provinsi maritim. Kami juga telah enam tahun bekerja sama dengan UBT dalam pengembangan Rumput Laut terutama pada penyelaman ilmiah di Karang Unarang, wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, serta rutin melaksanakan patroli laut dengan empat KRI di bawah Gugus Keamanan Laut dan Tempur Perbatasan”, imbuh Danlantamal XIII Tarakan ini.
Seminar tersebut juga menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi dan pemuda inspiratif, seperti Founder AYS Indonesia, Abrar Putra Siregar, yang menyampaikan pentingnya literasi maritim dalam pendidikan dan peran generasi muda dalam membangun daerah.
Hal senada juga disampaikan Nurhikma, S.Pi., M.Si, Dosen FPIK UBT. “Kegiatan Seminar Kepemudaan dan Potensi Kemaritiman Kaltara adalah bentuk koloborasi antara Universitas Borneo Tarakan dan Lantamal XIII, terfokus pada dua Tridharma Perguruan Tinggi yakni Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Melalui penelitian UBT didampingi Lantamal XIII, melakukan penyelaman untuk mencari bibit rumput laut di perairan Kaltara, sebagai solusi dari permasalahan pembudidaya, “ujar Nurhikma.
“Kami juga gencar dalam pengembangan hirilisasi produk turunan dari rumput laut, seperti pembuatan tepung, beras rumput laut, lembaran plastik, garam rumput laut, dan pewarna alami makanan dari rumput laut. Tidak berhenti disitu saja, bentuk pengabdian kepada masyarakat yang UBT dan Lantamal XIII kerjakan yakni pembinaan dan pendampingan kepada UKM Rumah Ratu Industri dan komunitas pemuda, yakni mahasiswa dan AYS Indonesia untuk mengembangkan pengolahan perikanan berbasis komoditas lokal Kaltara, yakni ikan dan rumput laut. Seperti pada UKM Rumah Ratu Industri kami mengajari dan melakukan pembinaan mengenai pengolahan ikan seperti pembuatan bakso, empek-empek, dimsum, nugget, dan sosis dengan memanfaatkan teknologi surimi. Kemudian dari rumput laut UBT dan Lantamal XIII membina dan mendampingi pemuda baik mahasiswa dan komunitas dalam mengembangkan budidaya rumput laut dan inovasi turunan lainnya,” imbuhnya.
Nurhikma juga berharap, kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan pemerintah Kaltara serta stakeholder lainnya, dapat terus hadir dan membantu dalam pengembangan pengolahan ikan dan potensi rumput laut yang berkelanjutan di daerah Kaltara.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama, pembagian souvenir UMKM, serta penyerahan plakat kepada perwakilan Lantamal XIII Tarakan, Universitas Borneo Tarakan serta para narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan, menunjukkan semangat kepemudaan dan kemaritiman di Kaltara terus berkembang. (IZ)










