EQUATOR TV, BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi keuangan daerah kearah digital. Pada Selasa (06/05/2025), Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Risdianto, S.Pi., M.Si., secara resmi meluncurkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) Tahun 2025 melalui sistem QRIS Dinamis.
Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan aktivasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Bulungan.
Kegiatan ini berlangsung dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Bulungan Semester I Tahun 2025 yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor BPD Kaltimtara, Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor.
Melalui sistem baru tersebut, pembayaran PBB P2 kini dapat dilakukan secara digital menggunakan QRIS Dinamis pada Aplikasi Pembayaran Pajak dan Retribusi Daerah yang dikembangkan oleh Bapenda Bulungan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam pembayaran pajak masyarakat.
Selain itu, peluncuran juga ditandai dengan aktivasi KKPD oleh BKAD Bulungan, sebagai upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam transaksi keuangan pemerintah daerah.
Rangkaian HLM turut diisi dengan sesi talkshow dan diskusi bertema “Transformasi Keuangan Daerah di Era Digital: Dari Komitmen Menuju Aksi Nyata”. Kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk berbagi pengalaman dan strategi mempercepat digitalisasi tata kelola keuangan daerah.
Pemerintah Kabupaten Bulungan menegaskan komitmennya dalam memastikan seluruh aspek pengelolaan keuangan, baik di tingkat kabupaten maupun desa, mengadopsi sistem berbasis digital. Upaya ini juga akan diterapkan pada Mall Pelayanan Publik (MPP) Bulungan guna menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Salah satu program strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan Sistem Informasi Digital Terintegrasi di 74 desa dan 10 kecamatan di Bulungan. Sistem ini dirancang untuk menyajikan data secara real-time, sehingga informasi penting seperti peristiwa kematian di desa tertentu dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Bulungan juga mendorong pelaku usaha, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), untuk turut memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Dengan jumlah pelaku UMKM di Bulungan yang mencapai lebih dari 8.000, digitalisasi diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berdaya saing.(Adv.Bul)










