EQUATOR-TV, TARAKAN – Dalam rangka menyambut Hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025, umat Buddha di Kota Tarakan menggelar kegiatan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Dwikora, Kota Tarakan, pada Minggu pagi (11/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Waisak yang tahun ini mengusung tema “Kekuatan Moral, Membangun Kemuliaan Bangsa”.
Acara dimulai dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Bhante Adhikusalo Mahāthera, kemudian dilanjutkan dengan prosesi pelepasan burung sebagai simbol kebebasan dan tanpa rasa takut, serta ditutup dengan kegiatan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan.
Dalam wawancaranya usai kegiatan, Bhante Adhikusalo menjelaskan makna mendalam dari rangkaian ziarah ini.
“Tadi di kegiatan makam pahlawan ini melepas burung adalah Abhayadana menggambarkan kebebasan,” ucap Bhante. Ia juga menambahkan bahwa burung-burung yang dilepaskan sebelumnya berada dalam sangkar dan menderita, namun setelah dilepas akan merasakan kebahagiaan.
“Demikian juga bagi kita ketika nanti berbuat baik pasti penderitaan itu berkurang dan nanti akan hilang karena kebaikan itu sendiri,” lanjutnya.
Tak hanya sebagai bentuk penghormatan, doa bersama dan tabur bunga juga memiliki makna spiritual yang mendalam. “Ada doa dimana mengulang syari, membaca paritta, kita umat beragama dengan keyakinan kita masing-masing agama Budha, memiliki makna mengingat sang Buddha Gotama, memperkokoh keyakinan dan berkaitan Buddha, Dharma dan Sangha,” tutup Bhante.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Warsito, S.Ag., selaku Pembimas Buddha Provinsi Kalimantan Utara. Ia menyebutkan pentingnya penghormatan terhadap para pahlawan sebagai bentuk cinta kasih. “Refleksi dari ziarah taman makam pahlawan itu, kita menjunjung tinggi pengorbanan kepada pahlawan yang telah mendahului kita, yaitu dengan adanya kita merefleksi cinta kasih yang tadi disampaikan oleh Bhante bahwa cinta kasih itu sangat luas, jadi kita menghormati para leluhur itu atau menghormati para pahlawan itu adalah wujud dari refleksi cinta kasih kita,” ujarnya.
Sementara itu, Effendy Gunardi, SE., MM., selaku Ketua Panitia Waisak Bersama se-Kalimantan Utara 2569 BE/2025, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini merupakan yang pertama kali digelar secara bersama di Kalimantan Utara. “Untuk waisak pada tahun 2025 ini, kita melaksanakan Waisak bersama se-Kalimantan Utara yang memang perdana, pertama kali kita laksanakan di Kalimantan Utara melibatkan seluruh majelis, majelis agama budha dan vihara yang ada di Kalimantan Utara dan perayaan puncaknya nanti ada pada tanggal 21 Juni di Kota Tarakan. Jadi semua akan berkumpul merayakan bersama,” jelas Effendy.
Rangkaian kegiatan perayaan Waisak bersama telah dimulai sejak 20 April 2025, dengan kegiatan Eco Theologi. Kemudian pada 12 Mei 2025, umat Buddha akan melaksanakan ibadah Detik-Detik Waisak secara serentak di masing-masing vihara secara nasional. Selain itu, pada 18 Mei 2025, akan digelar Bazar Sehat di Vihara Kasoghatan yang terbuka untuk umum dan gratis. “Kita ingin merasakan kebahagiaan nuansa Waisak itu bersama semua masyarakat Kaltara,” pungkas Effendy.(VT)










