EQUATOR-TV, BULUNGAN – Polda Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memulai pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Polresta Bulungan, Kalimantan Utara. Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan gizi pelajar di seluruh Indonesia.
Kapolda Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan dapur gizi ini adalah bentuk nyata dukungan Polri terhadap kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya akses makanan sehat bagi anak sekolah. “Ini adalah komitmen nyata Polri, khususnya Polda Kaltara, untuk mendukung program prioritas nasional, yaitu Makan Bergizi Gratis yang menyasar pemenuhan gizi anak sekolah,” ujarnya saat peletakan batu pertama di Tanjung Selor, Rabu (14/05/2025).
Turut hadir dalam seremoni tersebut Gubernur Kalimantan Utara yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh Pj.Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si, Kajati Kaltara Amiel Mulandari, perwakilan Danrem 092/Maharajalila, serta perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi (DPKP) Kaltara.
Kapolda menjelaskan bahwa dapur ini dibangun di atas lahan seluas 600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 400 meter persegi, dan ditargetkan rampung dalam 90 hari kerja sehingga dapat mulai beroperasi awal September 2025. “Dapur ini mampu melayani hingga 3.500 siswa. Namun dengan jarak ideal 1–2 kilometer untuk menjamin kualitas makanan, kapasitasnya masih terbatas untuk menjangkau seluruh siswa di Tanjung Selor,” jelasnya.
Beberapa sekolah yang masuk cakupan pelayanan dapur ini antara lain:
SMA 1 Tanjung Selor: 965 siswa
SD 01 Tanjung Selor: 501 siswa
SLB Tanjung Selor: 114 siswa
SD 6 Tanjung Selor: 271 siswa
SMP 1 Tanjung Selor: 749 siswa
SMK 1 Tanjung Selor: 789 siswa
TK Kemala Bhayangkari: 75 siswa
Pembangunan ini sepenuhnya diinisiasi dan akan dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polda Kaltara yang akan bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Kapolda berharap proyek ini dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam berkontribusi pada pemenuhan hak dasar anak bangsa. “Penyediaan makanan bergizi sangat penting untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda. Beliau juga sudah perintahkan seluruh Kapolres di wilayah Polda Kaltara untuk membangun dapur serupa,” tegas Kapolda Hary.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara yang diwakili Dr. Bustan, S.E., M.Si., menyatakan bahwa Pemprov Kaltara juga tengah menyusun langkah-langkah strategis guna mendukung program ini, termasuk penyediaan lahan, pendataan jumlah siswa, dan jarak distribusi makanan. “Beliau diminta oleh Mendagri untuk menyiapkan lahan. Sudah kami identifikasi di Bulungan, Tarakan, dan Nunukan. Kedepan bisa berkembang hingga 10 titik,” ungkap Bustan.
Alokasi dana pusat sebesar Rp10.000 per siswa masih dalam proses pembahasan lebih lanjut, agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal. “Makanan harus dimasak dan dikonsumsi pada hari yang sama agar kualitas gizinya terjaga. Maka data akurat sangat penting, termasuk jarak sekolah ke dapur umum,” ujarnya. Target operasional program ini direncanakan mulai September 2025, dengan Pemprov bertanggung jawab dalam monitoring, evaluasi, dan dukungan teknis ke kabupaten/kota. “Kalau sudah on the track, program ini harus terus berjalan dan jadi program berkelanjutan,” jelas Bustan kepada Tim Liputan.
Dengan sinergi lintas institusi seperti ini, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan siap membangun masa depan Indonesia (RT).










