EQUATOR-TV, TARAKAN – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Kalimantan Utara resmi menggelar seminar bertemakan “Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Petani Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Utara” pada Senin siang (26/05/2025), di Hotel Lotus Panaya, Kota Tarakan.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 26 hingga 28 Mei 2025 ini, dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr.H.Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum yang diwakil oleh Wakil Gubernur, Ingkong Ala, SE, M.Si. Turut hadir dalam pembukaan acara ini, sejumlah tokoh penting diantaranya, Ketua Umum DPP APKASINDO Dr.Gulat ME Manurung, MP.C.IMA, Sekretaris DPP APKASINDO Kaltara, Suhendrik, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Ir.Heri Rudiyono, M.Si, Kepala Disperindagkop Dan UKM Provinsi Kaltara Hj. Hasriyani, SH, MM, serta Direktur Politeknik Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi, Ir.St.Nugroho Kristono, MT.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kaltara menegaskan bahwa sektor kelapa sawit merupakan salah satu penopang utama perekonomian daerah. “Komoditas ini bukan hanya menjadi tulang punggung masyarakat pedesaan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara,” ujar Ingkong Ala.
Meski begitu, Wakil Gubernur juga menyinggung soal tantangan yang dihadapi petani sawit, terutama dalam aspek kelembagaan dan kemitraan. “Ketimpangan posisi tawar petani, keterbatasan akses teknologi, pembiayaan, serta belum optimalnya kemitraan yang adil dan berkelanjutan, masih menjadi pekerjaan rumah bersama,” lanjutnya.
Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, luas area tanam kelapa sawit di Kalimantan Utara mencapai 39.466,50 hektare, dengan total produksi sebesar 75.738 ton. Kabupaten Nunukan tercatat sebagai wilayah dengan area tanam terluas.
Selain itu, komoditas kelapa sawit juga mencatatkan kontribusi tertinggi dalam subsektor perkebunan di tahun 2022, dengan nilai mencapai Rp3.900,38 Miliar, melampaui komoditas pertanian lainnya. Pemerintah daerah pun mendorong pembangunan infrastruktur seperti pabrik pengolahan kelapa sawit, untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperbaiki harga jual tandan, serta membuka peluang investasi produk turunan seperti minyak goreng, biodiesel, hingga bahan kimia berbasis sawit.
Rangkaian pembukaan seminar juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Wakil Gubernur Kaltara dengan Direktur Politeknik Kelapa Sawit Bekasi, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan APKASINDO.
Acara ditutup dengan peluncuran Koperasi Merah Putih secara resmi oleh Wakil Gubernur, sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kelembagaan petani sawit di Kalimantan Utara (VT)










