EQUATOR-TV, BULUNGAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara memastikan bahwa ketersediaan sapi kurban di wilayah ini dalam kondisi aman dan mencukupi. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Peternakan, Surianto Samuel Taro, S.Pi., M.Si pada Senin pagi (26/05/2025) di Kantor DPKP Kaltara pada Tim Liputan.
Menurut Surianto, pihaknya telah melakukan pemantauan menyeluruh yang dikoordinir oleh Dinas Provinsi bersama dinas-dinas terkait di Kabupaten dan Kota. Berdasarkan data yang dikumpulkan, stok sapi kurban tahun ini tergolong aman bahkan cenderung berlebih. “Tidak perlu ada kekhawatiran, karena selain produk lokal, para pelaku usaha peternakan juga aktif mendatangkan sapi dari luar daerah seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar Surianto.
Surianto menambahkan, proses pemasukan ternak dari luar tetap mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 tentang tata cara pemasukan ternak antarwilayah.
Hewan-hewan yang masuk melalui jalur resmi diperiksa dan diawasi oleh Petugas Otoritas Veteriner (POV), serta dokter hewan di setiap kabupaten/kota. Pemeriksaan kesehatan, pengambilan sampel, dan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) dilakukan secara berkala untuk menjamin kesehatan hewan kurban. “Stok kita tidak hanya cukup, bahkan ada laporan dari peternak lokal yang menyampaikan kekhawatiran soal banyaknya sapi yang masuk dari luar. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri, karena di sisi lain kita tidak bisa serta-merta membatasi jika belum ada permintaan resmi dari daerah untuk melakukan pembatasan,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara yang terus diperbarui setiap minggu, jumlah sapi potong yang tersedia di beberapa wilayah antara lain: Bulungan sekitar 3.000 ekor, Malinau 114 ekor, Nunukan 500-an ekor, Tana Tidung sekitar 100 ekor, dan Tarakan sekitar 1.000 ekor.
Surianto juga menyebutkan bahwa keberhasilan ketersediaan hewan kurban tahun ini merupakan hasil dari koordinasi yang baik antar instansi, serta pengalaman dari tahun sebelumnya, di mana sempat terjadi kekurangan stok. “Kami berharap distribusi dan pemenuhan kebutuhan hewan kurban tahun ini dapat berjalan lancar, sehat, dan sesuai harapan masyarakat,” tutup Surianto. (AY)










