EQUATOR-TV, TANJUNG SELOR – Soal isu beras plastik di Kaltara, yang sempat meresahkan masyarakat belakangan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir.Heri Rudiyono, M.Si, angkat bicara.
Heri memastikan beras yang beredar di pasaran Kaltara, merupakan produksi petani lokal dan bukan beras sintetis. “Saya sudah dapat laporan dari staf, tidak ada beras plastik. Yang ada adalah beras pulen dengan kadar amilopektin lebih tinggi, ujar Heri kepada awak media (1/6/2025).
Heri menjelaskan beras pulen dengan kandungan amilopektin tinggi memiliki tekstur lunak dan lengket setelah dimasak, mirip seperti ketan. “Kalau digenggam, beras pulen ini bisa dibentuk bola, tidak ambyar. Berbeda dengan beras pera yang tetap berhambur saat dilepas,” terangnya.
Menurut Heri, beras pulen cocok untuk berbagai olahan, seperti rice bowl yang banyak dijual di mal-mal. Sementara itu, beras pera sering digunakan untuk membuat nasi goreng karena teksturnya yang lebih kering dan tidak lengket.
Heri juga menegaskan, tidak ada teknologi di Indonesia yang mampu mengolah beras berbahan plastik. “Sampai saat ini, beras yang beredar adalah hasil produksi petani, bukan rekayasa sintetis. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Heri juga menyebut Pemerintah juga tengah menggencarkan program swasembada beras di seluruh provinsi, termasuk Kalimantan Utara. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak termakan hoaks dan tetap percaya pada produk lokal. “Tahun 2025, kami targetkan Kaltara bisa swasembada beras. Beras pulen ini aman dikonsumsi. Silakan nikmati tanpa khawatir,” tutup Heri.










