EQUATOR-TV, BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara, Dr.H Zainal Arifin Paliwang, SH, M.Hum bersama Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, serta jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten, DPRD, dan Forkopimda menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI pada Kamis (19/6/25), bertempat di Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Tanjung Selor.
RDP yang digelar dalam rangka reses Komisi VII DPR RI ini, bertujuan mendorong pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan mengembangkan sektor pariwisata, UMKM, serta ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Utara.
Rombongan Komisi VII DPR RI yang hadir dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII Lamhot Sinaga, didampingi oleh wakil ketua dan anggota lainnya, seperti Chusnunia Chalim, Evinta Nursanty, Banyu Biru Djarot, Beniyanto, Andhika Satya Wasistho, Rahmawati, Jamal Mirdad, Erna Sari Dewi, Kaisar Abu Hanifah, Eva Monalisa, Hendry Munief, hingga Tifatul Sembiring.
Kegiatan ini juga diikuti mitra kerja Komisi VII dari Kementerian Perindustrian, di antaranya Dirjen Ketahanan, Perwilayahan & Akses Industri International, Tri Supondy, serta Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri, Binoni Tio A Napitupulu. Selain itu, hadir perwakilan Kementerian Pariwisata seperti Asisten Deputi Manajemen Industri, Budi Supriyanto, dan Asisten Deputi Strategi Event, Fransiskus Handoko. Unsur pimpinan lembaga penyiaran publik, yaitu Antara, TVRI, dan RRI, juga turut mengikuti pertemuan tersebut.
Dalam RDP ini, sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama pembahasan. UMKM dinilai memiliki potensi besar karena saat ini berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yaitu sekitar 57 persen hingga 60 persen, sekaligus menjadi salah satu penyumbang terbesar devisa negara. Namun, pengembangan sektor UMKM dinilai belum tergarap secara optimal dan masih memerlukan dukungan kebijakan serta kolaborasi dari semua pihak.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi antara pusat dan daerah dalam merumuskan strategi penguatan sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Langkah ini menjadi penting demi mendorong lahirnya sumber-sumber ekonomi baru yang lebih berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara. (Adv.Bul)










