EQUATOR-TV, TANJUNG SELOR –
Kegiatan riset dan penelitian guna mendorong pembangunan daerah, menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Hal ini ditunjukkan dengan disiapkannya anggaran besar untuk giat ini.
Sebagaimana disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara, Bertius, S.Hut. Pihaknya siap mengalokasikan dana hingga Rp 2-3 miliar setiap tahunnya.
“Selain menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Bappeda Litbang juga memiliki peran dalam mendorong riset dan inovasi daerah.
“Kami mengawal setiap roadmap penelitian agar dapat menghasilkan rekomendasi strategis,” jelas Bertius saat ditemui di Tanjung Selor, Jumat (8/8/2025).
Menurutnya, biaya untuk satu penelitian bisa mencapai ratusan juta rupiah, tergantung skala dan kompleksitasnya. “Ada yang Rp 500 juta, ada juga yang lebih besar. Totalnya bisa menghabiskan Rp 2-3 miliar setahun,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penyusunan RPJMD 2025-2029, Pemprov Kaltara memprioritaskan peningkatan indeks pembangunan manusia dan daya saing, termasuk kesejahteraan masyarakat, tata kelola pemerintahan, serta ketahanan ekologi.
Bertius mencontohkan, riset terkait penanggulangan kemiskinan harus dirancang dengan jelas mulai dari roadmap, pihak yang terlibat, metode yang digunakan, hingga solusi yang ditawarkan.
“Penyusunan roadmap sangat penting agar penelitian tepat sasaran dan anggaran yang dikeluarkan benar-benar efektif,” tegasnya (RT)










