EQUATOR-TV, TARAKAN – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-41, Pemerintah Kota Tarakan menggelar perayaan bertema “Anak Hebat Indonesia Kuat, Menuju Indonesia Emas 2045” pada Rabu pagi (13/8/2025) di SMP Negeri 3 Tarakan.
Peringatan ini dihadiri langsung Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes., beserta istri, Siti Rujiah, S.Keb. Bdn, yang juga Ketua TP PKK Kota Tarakan, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is beserta istri, dan jajaran Forkopimda, dan kepala organisasi perangkat daerah lainnya.
Tampak hadir juga perwakilan murid dari 244 sekolah yang ada di Kota Tarakan, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.
Dalam sambutannya, Wali Kota Khairul menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya kepada seluruh anak di Kota Tarakan. “Tema ini bukan sekedar slogan, tetapi sebuah ajakan sekaligus pengingat kita semua untuk menjadikan anak-anak sebagai pusat perhatian,”ucapnya.
“Anak-anak kita hari ini hidup dalam era yang cepat berubah. Dunia digital yang berubah juga membawa tantangan. Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk membawa mereka bukan hanya dalam teknologi, tetapi pendidikan karakter, nilai, dan etika,” imbuhnya.
Rangkaian acara diwarnai dengan penampilan murid-murid berprestasi, pembagian vitamin A untuk murid TK dan PAUD, serta sesi diskusi interaktif. Dalam sesi ini, perwakilan murid menyampaikan berbagai usulan langsung kepada Wali Kota, mulai dari perbaikan rute bus sekolah, pembangunan trotoar, penetapan zona aman sekolah, hingga upaya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan.
“Anak ini kan merupakan generasi penerus kita di masa depan bangsa ini dari anak-anak yang sekarang. Oleh karena itu tentu kita punya kewajiban mempersiapkan mereka menuju masa depan. Salah satunya tadi memberikan ruang yang cukup untuk bermain, cukup untuk belajar dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkreatifitas”, tegasnya.
“Seperti hari ini kan Hari Anak ini kita isi dengan berbagai aktifitas mereka, ada lomba-lomba dan kegiatan-kegiatan yang memicu kreatifitas mereka. Dengan begitu kita berharap mereka bisa menjadi orang-orang generasi penerus. Dengan adanya anak-anak kita hari ini, mudah-mudahan betul-betul Indonesia Emas 2045 bisa tercapai,” ujarnya.
Menanggapi usulan para murid, Khairul menyebutkan bahwa sebagian sudah dijalankan pemerintah, namun seluruh masukan tetap menjadi perhatian. “Saya kira itu menjadi perhatian kita ya, karena usulan-usulan yang mereka sampaikan itu usulan yang sangat mendasar. Seperti rute bus, pengadaan trotoar, zona aman sekolah saya kira itu harus menjadi perhatian kita, termasuk masalah bullying di sekolah. Saya kira Sekolah Ramah Anak ini tentu harus bisa diterapkan di seluruh sekolah,” tutupnya.(VT)










