EQUATOR TV, BULUNGAN — Rapat koordinasi persiapan penilaian tim pembinaan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2025, digelar Senin (25/8/2025), bersama tim pembina, guna membahas persiapan penyerahan dokumen serta penguatan materi yang akan dinilai.
Kegiatan ini diharapkan dapat mematangkan langkah Kabupaten Bulungan dalam menghadapi proses penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda dan Litbang Kalimantan Utara, Mufied Azwar, S.Pt, saat ditemui tim liputan Equator TV.
Menurut Mufied, pihaknya sebelumnya sudah melakukan koordinasi dengan tim provinsi, termasuk tim pembina kabupaten dari Pemerintah Provinsi Kaltara, terkait dengan rencana penyerahan dokumen yang dijadwalkan pada Rabu, 27 Agustus 2025. “Untuk ketua pembina KKS sendiri adalah pak Sekda,” bebernya.
Ia juga menambahkan, melalui rapat persiapan ini diharapkan seluruh tim lebih matang dalam menyusun bahan materi serta menyiapkan dokumen pendukung yang nantinya akan digunakan saat penilaian berlangsung. Dengan kesiapan tersebut, Kabupaten Bulungan diharapkan dapat memberikan hasil terbaik.
Program Kabupaten/Kota Sehat memiliki banyak aspek, terutama yang berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, melakukan intervensi berdasarkan indikator kelayakan kabupaten atau kota sehat yang ditentukan oleh kementerian pusat. Terdapat sembilan tatanan penilaian yang menjadi acuan, mulai dari tatanan sosial, transportasi, hingga aspek lingkungan dan lainnya.
“Kegiatan ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu. Awalnya program ini masih berada di bawah Kaltim, dan Tarakan juga pernah mendapatkan penghargaan tersebut. Namun seiring berjalannya waktu, ada penyempurnaan dokumen yang harus dipenuhi, termasuk tambahan indikator terkait ODF (Open Defecation Free) atau kesediaan jamban layak yang bisa digunakan masyarakat,” jelasnya.
Ia mencontohkan, pada tahun sebelumnya Kota Tarakan belum bisa memenuhi syarat minimal 80 persen, karena capaian baru berada di angka 5 persen. Namun tahun ini sudah terlihat peningkatan cukup signifikan, yakni mencapai sekitar 20 persen. “Artinya prosesnya memang terus berjalan dan menunjukkan perkembangan,” pungkasnya. (RT)










