EQUATOR-TV, BULUNGAN – Pasca pelepasan 22 mahasiswa baru asal Kalimantan Utara (Kaltara) oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, pada 4 Agustus 2025 lalu, guna melanjutkan kuliah di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politanesa), kian menunjukan animo yang baik bagi warga lokal.
Pasalnya, ada penambahan jumlah mahasiswa asal Kaltara yang juga tertarik untuk terjun di dunia pertanian, dengan menempuh pendidikan di Politanesa Samarinda ini. Hal ini dibuktikan dengan bertambahnya 7 orang mahasiswa tambahan asal Kaltara.
Sebagaimana disampaikan
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Maimunah, SP., MP, saat memberikan informasinya, beberapa waktu lalu.
“Yang dilepas kemarin itu ada 22 orang. Sebagian sebenarnya sudah ada di Samarinda. Yang hadir dalam acara pelepasan kemarin dari Bulungan, KTT, dan Malinau. Paling banyak memang dari Bulungan,” ujar Maimunah beberapa waktu lalu.
Saat diwawancarai kembali oleh tim liputan Equator TV, pada Jumat (9/8/2025), ia menyampaikan update terbarunya. Ada tambahan tujuh orang mahasiswa lagi yang masuk ke jurusan teknik, kebanyakan dari desa-desa di Bulungan, tapi ada juga yang dari Malinau dan Nunukan.
Ia juga menyebutkan bahwa program ini merupakan hasil kerjasama antara Pemprov Kaltara dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Mahasiswa yang ikut mendapat keringanan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun pertama, mereka akan tinggal di asrama kampus selama 1 tahun.
Perihal tempat tinggal, mahasiswa Kaltara akan tinggal di asrama selama satu tahun pertama. Setelah itu, mereka bisa memilih tinggal di kos sekitar kampus yang ada di Samarinda Seberang, dengan biaya sendiri.
Pasca lulus nantinya, semua lulusan dari Politanesa asal Kaltara, tetap akan diakomodir oleh 15 perusahaan yang sudah bekerjasama dengan Politeknik ini, guna memberi peluang kerja pasca kelulusan, termasuk perusahaan besar seperti Kiani Kertas dan Inhutani.
“Kalau harapan saya, semoga kedepan makin banyak lagi mahasiswa Kaltara yang bisa masuk ke Politeknik ini. Karena dengan adanya keringanan UKT sekitar 500 ribuan, tentu sangat membantu orang tua, khususnya petani atau keluarga yang kurang mampu,” jelasnya.
Lebih jauh lagi, selain program ini, Maimunah juga membantu mensosialisasikan beasiswa Pertamina. Walaupun tidak ada hubungannya langsung dengan pertanian, program ini juga memberi kesempatan ke 30 orang pendaftar dari Kaltim, Kalsel, dan Kaltara.
(RT)










