EQUATOR TV, BULUNGAN —Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir.Heri Rudiyono, M.Si meninjau langsung peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Tanjung Selor pada Senin (1/9/2025).
Peluncuran kali ini yang juga didampingi sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, sebagai upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi para pelajar di Kalimantan Utara, khususnya di tingkat SMA dan SMK. Melalui program ini, siswa dapat lebih bersemangat dalam belajar, tanpa terbebani masalah kebutuhan makanan sehari-hari.
“Kita bersyukur bahwa hari ini kita luncurkan lagi makanan bergizi gratis dari pemerintah. Beberapa minggu lalu sudah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tarakan, dan sekarang di SMA Negeri 1 Tanjung Selor. Untuk Kabupaten Bulungan, ada lima titik dapur yang disiapkan dan secara bertahap akan berjalan. Harapannya juga kedepan bisa menjangkau tingkat SD dan SMP, ” ungkap Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa dapur utama program MBG berlokasi di Jalan Mangga. Dari dapur tersebut, makanan dimasak, dikemas, lalu didistribusikan ke sekolah-sekolah.
“Teman-teman bisa lihat langsung bagaimana proses pemasakan, sampai masuk ke wadah makan. Kita ingin anak-anak di Kaltara mendapat makanan bergizi setiap hari,” jelasnya.
Mekanisme pelaksanaan MBG tetap dikoordinasikan dengan Badan Gizi Nasional, dimana program ini sudah berjalan sekitar 40 persen. Pemerintah daerah juga terus mendorong agar wilayah perbatasan, seperti Krayan dan Apau Kayan, memperoleh tambahan indeks mengingat harga bahan makanan di wilayah tersebut relatif lebih mahal.
“Bahan baku kita upayakan dari lokal, dari petani-petani kita. Kalau tidak cukup, baru kita ambil dari luar. Menu yang saya lihat tadi sudah memenuhi standar gizi, tiap hari juga akan berganti. Kita juga upayakan ikan laut dan ikan tambak yang produksinya melimpah di Kaltara untuk masuk dalam menu,” terangnya.
Sementara itu, Kasubbag TU Program MBG, Hendry Trivano, S.STP., M.M., menjelaskan bahwa MBG di Tanjung Selor dilakukan secara serentak di 11 titik. “Hari ini total ada sekitar 2.900 siswa yang menerima makanan bergizi gratis. Targetnya masih dinamis, karena disesuaikan dengan ketersediaan mitra dan dapur yang dipersiapkan. Untuk Tanjung Selor sendiri ada lima titik, dan yang aktif baru satu,” jelas Hendry.
Terkait biaya program, Koordinator Regional MBG, Aji Sanjaya, memaparkan bahwa harga satu porsi makanan masih berada di angka Rp10.000, sesuai standar nasional. “Tapi kalau harga pasar naik, bisa menyesuaikan dengan indeks kemahalan. Rp10.000 itu hanya untuk bahan baku, sementara operasional ditambahkan Rp3.000,” ujarnya. Total anggaran per porsi sebenarnya sebesar Rp15.000.
“Jadi Rp15.000 itu terbagi. Ada untuk bahan baku, operasional, sampai biaya pendukung lainnya. Tapi untuk porsi makan siswa tetap dihitung Rp10.000,” pungkasnya. (RT)










