EQUATOR-TV, TARAKAN – Persiapan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA KTNA) III Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), terus dimatangkan melalui kegiatan Rapat Koordinasi dan Peninjauan Lapangan yang digelar Senin sore (1/9/2025).
Dalam peninjauan ini, Ketua KTNA Kaltara, Robinson, turun langsung bersama Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Sekretaris Daerah serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Tarakan.
PEDA KTNA III dijadwalkan berlangsung pada 29 September hingga 3 Oktober 2025, di Halaman Masjid Baitul Izza, Tarakan. Pemilihan lokasi tersebut merupakan keputusan langsung Ketua KTNA Kaltara.
Robinson menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Masjid bukan hanya sekadar pilihan lokasi, tetapi juga mencerminkan sinergi antara ekologi dan nilai keagamaan.
“Dalam agama manapun tentu mengajarkan untuk menjaga lingkungan. Dengan lokasi ini, suasana hijau di sekitar Masjid juga semakin hidup,” ungkapnya.
Selain memastikan lokasi acara, tim juga meninjau sejumlah display hasil pertanian yang telah ditanam di sekitar Masjid Baitul Izzah, mulai dari tomat, jagung, pepaya, cabai, hingga lahan sawah untuk penanaman padi. Robinson menekankan bahwa kondisi lahan di kawasan tersebut sebenarnya memiliki tingkat pH rendah. Namun, berkat teknologi pertanian modern, tanaman tetap mampu tumbuh subur dan berbuah.
Salah satu display yang luar biasa adalah padi. Saat ini padi telah ditanam oleh KTNA Kota Tarakan bersama Dinas Pertanian Kota Tarakan.
“Setelah kami menyaksikan, ternyata padi tumbuh dengan baik di tanah dengan kultur seperti ini. Artinya, teknologi pertanian modern memang luar biasa. Bahkan ada konsep Mina Padi, yaitu integrasi padi dengan budidaya ikan. Nantinya, saat PEDA berlangsung, Gubernur maupun Menteri Pertanian RI yang hadir, bisa ikut menabur pakan ikan. Menariknya, pakan ikan itu bukan berasal dari luar, melainkan hasil karya anak bangsa di Kalimantan Utara,” jelas Robinson.
PEDA KTNA III ini tidak hanya menghadirkan produk UMKM, tetapi juga menampilkan berbagai teknologi pertanian terkini yang diharapkan mampu menarik minat generasi muda atau petani milenial.
“Nanti akan ada gelar teknologi dan aplikasi modern. Pada PEDA III, juga akan ada pembinaan untuk anak muda agar melek terhadap teknologi. Di era sekarang, siapa yang menguasai teknologi, dialah yang akan mampu bertahan. Inilah tujuan utama PEDA, selain untuk mempererat silaturahmi antarprovinsi, kabupaten, kota, dan khususnya para petani di Kalimantan Utara,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar Menteri Pertanian RI dapat hadir langsung pada PEDA KTNA III mendatang. Menurutnya, kehadiran Menteri akan menjadi penyemangat luar biasa bagi para petani.
“Kami berdoa agar Menteri Pertanian bisa hadir. Itu menjadi harapan sekaligus impian masyarakat dan para petani di seluruh Kaltara. Kehadiran beliau tentu akan memberikan motivasi besar bagi para petani agar semakin bersemangat membangun sektor pertanian di daerah ini,” pungkasnya.(VT)










