EQUATOR TV, BULUNGAN — Diskusi sekaligus Deklarasi Bersama Penanggulangan Kemiskinan, secara resmi digaungkan pada Jumat (12/9/2025), di Ruang Serbaguna Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Bulungan.
Kegiatan yang dirangkai dengan peluncuran program Sinergi dan Kolaborasi Multi Poverty Alleviation Subject (SIKOMPAS) ini, dihadiri Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang dan Kepala Bappeda-Litbang Kaltara, Bertius, S. HUT.
Penanggulangan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah, meski angka kemiskinan di Kaltara telah menurun sejak 2023–2024, walau penurunannya masih sangat kecil, hanya sekitar 0,1 persen.
“Memang turunnya belum signifikan, tapi kita terus berusaha menekan angka kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem. Melalui proyek perubahan yang digagas Bappeda Litbang, kita coba lakukan sinergi dan kolaborasi, termasuk dengan perusahaan lewat program CSR,” kata Zainal.
Gubernur juga menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung program pemerintah dan pengelolaan CSR yang lebih merata dan terukur.
“Kita ingin CSR ini dikelola terarah. Kalau masing-masing jalan sendiri, sulit kita ukur pemerataannya. Karena itu, kita upayakan ada wadah bersama yang mengelola CSR ini,” jelasnya.
Target pemerintah adalah terus menurunkan angka kemiskinan, bahkan jika memungkinkan hingga nol. “Minimal bisa turun 0,1 persen lagi, tapi kalau bisa sampai nol. Tentu ini butuh kerjasama, bukan hanya pemerintah, tapi juga perusahaan dan masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda-Litbang Kaltara, Bertius, S. HUT, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi RPJMD 2025–2029, yang salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui upaya penurunan angka kemiskinan.
“Lewat kegiatan hari ini, kita ingin menegaskan kembali komitmen bersama untuk menurunkan angka kemiskinan di Kaltara. Karena itu, kita hadirkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga lembaga mitra pembangunan,” ujar Bertius.
Menurut Bertius, acara ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas, pihak swasta, serta mitra kerja pemerintah yang akan berbagi pengalaman dan strategi dalam penanggulangan kemiskinan.(RT)










