EQUATOR TV, BULUNGAN – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) tahun 2025 senilai Rp 3,09 triliun, resmi disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara pada Senin (22/9/2025).
Anggaran kali ini mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 2,9 triliun. Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke-32 Masa Persidangan I Tahun 2025, setelah melalui pembahasan panjang antara DPRD dan Pemprov Kaltara.
Menurut Ketua DPRD Kaltara, Achmad Djufrie, SE., MM., keputusan ini sudah melalui sejumlah tahapan pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) hingga paripurna.
“Penetapan ini sudah kita bahas berulang kali bersama Banggar. Hasil akhirnya disepakati APBD-P Kaltara tahun 2025 berada di angka Rp 3,09 triliun,” ujarnya kepada awak media.
Oleh karenanya, DPRD Kaltara akan tetap fokus melakukan pengawasan agar anggaran tersebut digunakan sesuai program dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Soal penggunaan anggaran, kami selalu tekankan pentingnya pengawasan. Apalagi anggaran ini diarahkan pada program-program prioritas yang sudah disusun pemprov,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, SE., M.Si., menyebutkan bahwa ada delapan program prioritas yang masuk dalam APBD Perubahan 2025, meliputi:
1. SDM Sehat, Cerdas, dan Setara Gender
2. Membangun Kawasan Perbatasan
3. Produktivitas Ekonomi Kerakyatan dan Pedesaan
4. Pengembangan Sektor Unggulan Pangan dan Agribisnis Berkelanjutan
5. Pembangunan Ekonomi Hijau dan Biru Berkelanjutan
6. Gerakan Bersama Bangun Pariwisata dan Budaya Kaltara
7. Akselerasi Konektivitas Antarwilayah dan Interwilayah
8. Peningkatan Tata Kelola Kolaboratif dan Inovatif
Semuanya melalui fase pembahasan yang cukup panjang, mulai dari nota pengantar ranperda, pandangan fraksi, jawaban pemerintah, hingga pembahasan bersama Banggar DPRD Kaltara.
“Setelah disepakati, dokumen ini akan dievaluasi oleh Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri sebelum ditetapkan menjadi Perda,” jelas Ingkong.
Ia berharap APBD Perubahan 2025 ini dapat terserap secara maksimal, sehingga benar-benar membawa manfaat bagi pembangunan Kaltara. (RT)










