EQUATOR-TV, TARAKAN – Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tarakan yang menjadi bagian dari program nasional tahap 1C segera dibuka pada 30 September 2025.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Arbain, SE, MAP, menyampaikan bahwa persiapan terus dimatangkan meski masih terdapat sejumlah kendala teknis.
Menurut Arbain, hingga saat ini gedung, meja kursi, asrama beserta ranjang dan tilam sudah siap digunakan. Namun, masih ada beberapa sarana pendukung yang belum terpenuhi, seperti rak sepatu, tempat sampah, hingga perlengkapan asrama lainnya.
“Kalau dikatakan itu kendala, ya mungkin kendalanya kita memang secara teknis koordinasinya agak jauh dengan Kementerian Sosial. Karena banyak yang ditangani, sementara kita juga berpacu dengan waktu. Tetapi insya Allah sebelum tanggal 30 semua kelengkapan bisa kami adakan,” jelas Arbain saat ditemui di Kantor Dinas Sosial, pada Rabu pagi (24/9/2025).
Selain sarana, persoalan permakanan bagi siswa juga menjadi perhatian. Standar biaya makan yang ditetapkan sebesar Rp15 ribu per porsi dinilai masih menimbulkan perbedaan pandangan dengan rekanan penyedia catering di Tarakan. Pihaknya pun telah berencana bersurat ke Kementerian Sosial agar menyesuaikan harga dengan kondisi daerah.
Saat ini, tercatat sebanyak 38 calon siswa sudah mendaftar dari target 100 siswa yang ditetapkan. Mereka terdiri dari siswa SD dan SMP, meskipun jumlah siswa SMP masih relatif sedikit.
“Kalau saya menyarankan, bagi keluarga kurang mampu lebih baik memasukkan anaknya ke sekolah rakyat ini. Karena semua kebutuhan ditanggung, mulai dari makan, tidur, pakaian, sampai kelengkapan sekolah. Yang penting anaknya sehat dan semangat untuk belajar,” tutur Arbain.
Untuk tenaga pendidik, sudah tersedia satu Kepala Sekolah dan 12 guru, dengan sebagian besar berasal dari luar Tarakan. Selain itu, wali asrama, satpam, serta tenaga kebersihan juga dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran.
Arbain menegaskan bahwa pembiayaan utama sekolah rakyat ini bersumber dari APBN, mulai dari gaji guru, wali asrama, hingga kebutuhan siswa. Sementara rehabilitasi awal gedung yang digunakan saat ini memanfaatkan dana APBD.
Dengan persiapan yang terus dikebut, Dinas Sosial optimistis Sekolah Rakyat di Tarakan dapat resmi memulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 30 September mendatang. (RS)










