EQUATOR TV, BULUNGAN – Pemprov Kaltara melalui Bappeda & Litbang Kaltara sebagai pengendali perencanaan pembangunan daerah terus memperkuat koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025.
Hingga triwulan ketiga, realisasi fisik DAK di Kaltara telah mencapai 80 persen dan diproyeksikan meningkat hingga 100 persen pada akhir tahun.
Plt. Kepala Bidang Pengkajian Perencanaan Daerah dan Pengendalian Pembangunan Bappeda & Litbang Kaltara, Sriwati, S.T., menjelaskan bahwa pemantauan dan evaluasi pelaksanaan DAK dilakukan secara rutin untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal.
Pelaksanaan DAK dievaluasi setiap triwulan melalui rapat monitoring dan evaluasi yang dipimpin langsung oleh Bappeda Litbang Kaltara.
Namun, jadwal rapat dapat menyesuaikan kondisi capaian di lapangan. Jika progres belum signifikan, evaluasi dilakukan setelah laporan dari perangkat daerah tersedia.
Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penerima DAK wajib melaporkan capaian melalui aplikasi pelaporan milik kementerian teknis masing-masing.
“Setiap OPD memiliki aplikasi pelaporan tersendiri, seperti Dinas Kesehatan ke Kementerian Kesehatan. Karena itu, rekap total seluruh DAK tidak bisa diperoleh secara langsung” jelas Sriwati.
Menurut Sriwati, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar pelaporan ke pemerintah pusat dapat tersinkronisasi dan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan.
Berdasarkan data yang telah dihimpun, Dinas Pendidikan mencatat realisasi tertinggi karena sebagian besar program fisik, seperti pengadaan alat peraga dan peralatan praktik untuk SMA dan SMK, telah dilaksanakan sesuai rencana.
Sementara itu, Dinas Kesehatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) tengah mempersiapkan pelaksanaan kegiatan sosialisasi di bulan Oktober–November dan menyumbang nilai besar pada penyerapan anggaran.
Total nilai DAK Kaltara 2025 mencapai sekitar Rp139 miliar, dialokasikan untuk berbagai bidang prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sriwati menjelaskan bahwa penggunaan dana tersebut diarahkan untuk mendukung pemenuhan fasilitas pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, serta kegiatan pemberdayaan sosial yang berdampak langsung ke masyarakat
Bappeda Litbang Kaltara menegaskan komitmennya dalam memastikan efektivitas dan akuntabilitas pelaksanaan DAK di seluruh kabupaten dan kota.
“Pengawasan dilakukan secara berjenjang agar seluruh kegiatan berjalan tepat waktu dan sesuai aturan. Kami ingin memastikan realisasi DAK benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Sriwati. (ZR)










