EQUATOR TV, BULUNGAN,– Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Bappeda Litbang Kaltara, terus fokus menyuarakan arah pembangunan berbasis ekonomi biru dan rendah karbon untuk provinsi yang terletak di utara Kalimantan ini.
Program yang sudah berjalan sebelumnya ini, terus konsisten dilanjutkan. Salah satunya yakni program Transfer Anggaran Provinsi berbasis Ekologi atau yang lebih dikenal dengan sebutan ProgramTransfer Anggaran Berbasis Ekologi (TAPE).
Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Litbang Kaltara, Dian Suryanata, MT menyampaikan bahwa program TAPE ini sebenarnya sudah digulirkan sejak 2019 lalu. Tahun ini, pemprov kembali mengalokasikan dana sekitar Rp7 miliar untuk disalurkan ke lima kabupaten/kota se-Kaltara.
“Pembagian dana itu tidak rata, tapi dihitung berdasarkan tujuh kriteria penilaian yang sudah ditetapkan lewat SK Gubernur,” jelas Dian saat di temui Tim Liputan, Selasa (30/9/2025).
Dengan sistem tersebut, kabupaten/kota yang lebih serius menjaga lingkungan dan menjalankan program berkelanjutan akan mendapatkan porsi anggaran lebih besar. TAPE memang dirancang sebagai insentif daerah agar lebih peduli pada kelestarian alam.
Selain TAPE, ada juga Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) yang sudah selesai disusun. Dokumen ini nantinya jadi pegangan bagi perangkat daerah, terutama di sektor pertanian dan perikanan, untuk menyiapkan program yang mendukung ketahanan pangan sekaligus perbaikan gizi masyarakat.
“Kalau untuk Rencana Pangan dan Gizi, proses penyusunannya sudah rampung. Tinggal menunggu harmonisasi dari Kemenkumham sebelum ditetapkan lewat Peraturan Gubernur,” kata Dian.
RAD-PG ini penting, sebab persoalan pangan dan gizi tidak bisa dipandang sebelah mata. Pemerintah ingin memastikan masyarakat Kaltara, baik di perkotaan maupun di daerah perbatasan, bisa mendapatkan akses pangan yang cukup, sehat, dan bergizi.
Menurut Dian, harapan besarnya tentu agar semua program ini bisa berjalan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan di RPJMD Kaltara. Meski di lapangan nantinya pasti ada dinamika dan tantangan, pihaknya tetap optimis apa yang direncanakan bisa tercapai.
“Namanya program, pasti ada dinamika. Tapi yang penting kita sudah punya pedoman jelas. Tinggal bagaimana kita menjalankannya dengan baik,” tutupnya. (RT)












