EQUATOR TV, BULUNGAN — Antusiasme terhadap Lomba Inovasi Daerah Kaltara 2025 mencatat peningkatan yang menggembirakan. Puluhan ide kreatif dari masyarakat, mahasiswa, pelajar, hingga dunia usaha mengalir masuk melalui platform digital Sirindaku — menandai semangat baru dalam membangun budaya inovasi di Kalimantan Utara.
Di balik geliat itu, Bappeda & Litbang Kaltara tampil sebagai penggerak utama, memastikan setiap gagasan inovatif dapat terwadahi dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda & Litbang Kaltara, Mochamad Sarkawi, S.Hut., M.Eng., mengungkapkan bahwa minat peserta tahun ini meningkat pesat di semua kategori.
“Tahun ini kategori mahasiswa dan pelajar mencapai 25 proposal, sementara dari masyarakat umum sekitar 27 proposal. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap inovasi semakin tinggi,” ujarnya.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh proses lomba tahun ini dilakukan secara digital melalui platform Sirindaku (Sistem Inovasi Daerah Kaltara).
Melalui sistem tersebut, peserta dapat mengunggah proposal, sementara dewan juri melakukan penilaian dan pemeringkatan secara daring.
“Seluruh tahap seleksi, mulai dari pengumpulan proposal hingga penilaian, dilakukan secara online di Sirindaku. Sistem ini terbukti mempermudah peserta dan dewan juri dalam menilai proposal dengan lebih efisien,” jelas Sarkawi.
Ia menambahkan, meski sempat terjadi gangguan teknis di awal, tim pengelola sistem bersama mitra dari Kominfo berhasil memastikan proses berjalan lancar.
“Permasalahan kecil seperti keterlambatan verifikasi pendaftaran langsung diatasi. Mitra teknis kami selalu siaga memantau sistem, jadi seluruh tahapan tetap sesuai jadwal,” tambahnya.
Menurut data Bappeda & Litbang Kaltara, jumlah peserta tahun ini naik di semua kategori.
Kategori perusahaan meningkat tajam dari tiga peserta pada tahun lalu menjadi sembilan, sementara ASN dan perangkat daerah juga aktif berpartisipasi dengan beberapa inovasi baru.
Bahkan, pegawai internal Bappeda & Litbang Kaltara turut menyumbangkan empat inovasi, yang menandakan semangat kolaborasi semakin kuat di lingkungan pemerintahan.
“Tahun ini kami melihat semangat kompetitif yang luar biasa. Banyak ide baru muncul dari masyarakat, pelajar, bahkan dari instansi pemerintah sendiri,” kata Sarkawi.
Tingginya antusiasme peserta membuat panitia memutuskan untuk memperluas jumlah pemenang.
Jika tahun lalu hanya lima inovasi terbaik yang menerima penghargaan, maka tahun ini diperluas menjadi tujuh inovasi terbaik.
Melalui kegiatan ini, Bappeda & Litbang Kaltara berharap inovasi tidak berhenti pada lomba, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja dan solusi pembangunan daerah.
Lomba Inovasi Daerah bukan hanya ajang kompetisi, tetapi wadah kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat. (ZR)










