EQUATOR-TV, GORONTALO – Peran Saka Nasional 2025 pada hari ketiga kembali diisi dengan rangkaian aktivitas edukatif dan atraktif, yang melibatkan peserta dari berbagai daerah, termasuk Pimpinan Kontingen serta Pembina Pendamping.
Mereka terlibat aktif mengikuti sejumlah workshop dan kegiatan lapangan di beberapa titik di Kota Gorontalo dan sekitarnya.
Dari bidang Saka Bahari, peserta diajak mengenal lebih dekat aktivitas kemaritiman melalui workshop dan praktik langsung, diantaranya kegiatan mendayung di perairan Botubarani sekaligus bakti sosial di kawasan tersebut.
Aktivitas ini menjadi ajang pembelajaran lapangan bagi para peserta tentang pelestarian lingkungan pesisir dan keterampilan dasar bahari.
Sementara itu, peserta Saka Bhayangkara juga mendapatkan pengalaman berbeda, dengan mengikuti wisata edukasi ke Danau Limboto, kemudian dilanjutkan dengan praktik Krida Bhayangkara. Kegiatan ini mengajarkan edukasi kedisiplinan, ketertiban, serta peran ketahanan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Tak hanya peserta, Ketua Kontingen dari berbagai daerah juga mendapat agenda tersendiri. Mereka mengikuti tour wisata ke dua lokasi bersejarah di Kota Gorontalo, yakni Museum Purbakala Gorontalo dan Danau Perintis. Kunjungan ini memberikan wawasan budaya dan sejarah lokal yang menjadi kekayaan provinsi tersebut.
Keseruan berlanjut pada malam hari melalui pentas seni budaya. Kontingen Kalimantan Utara turut ambil bagian dengan menampilkan Tarian Panen Raya, sebuah tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Tana Tidung.
Penampilan mereka menjadi perhatian publik karena menonjolkan nilai kearifan lokal dan tradisi masyarakat pedesaan di Kaltara. Disamping hadir juga ragam tarian dari daerah-daerah lain yang silih berganti, menambah meriah suasana perkemahan.
Peran Saka Nasional 2025 dijadwalkan masih berlanjut dengan sejumlah kegiatan eksplorasi dan pelatihan. Antusiasme peserta sejak hari pertama hingga hari ketiga menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk belajar, bersosialisasi, dan melestarikan nilai-nilai kepramukaan di tingkat nasional. (*)










