EQUATOR TV, BULUNGAN — Suasana meriah langsung terasa di Dome Center Bulungan. Puluhan peserta Open Turnament Domino dari berbagai daerah di Kalimantan Utara memenuhi lokasi pada Jumat (21/11/2025) .
Peserta mulai berdatangan sejak pagi hari, ada yang datang bersama komunitas domino, keluarga, bahkan beberapa peserta langsung melakukan latihan singkat sambil menunggu pemanggilan nomor meja.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum, hadir langsung membuka turnamen kali ini. Menurutnya, domino bukan hanya permainan, tetapi bagian dari budaya masyarakat Kaltara yang harus terus dijaga.
“Turnamen ini bukan sekadar kompetisi. Ini ruang silaturahmi yang mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat. Domino sebagai permainan rakyat mengajarkan ketelitian, strategi, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat,” ujar Gubernur.
Penyelenggaraan turnamen seperti ini sejalan dengan visi pemerintah untuk membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki karakter kuat. “Di tengah derasnya hiburan digital, domino tetap menghadirkan kehangatan interaksi langsung. Nilai seperti ini penting untuk dirawat,” katanya.
Gubernur berpesan agar seluruh peserta bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang itu tujuan, tapi kebersamaan adalah nilai utama,” tegasnya.
Di sisi lain Ketua panitia, Amir, menyebutkan bahwa tahun ini jumlah peserta mencapai 530 orang, termasuk pemain dari berbagai kabupaten/kota di Kaltara. Tercatat sebanyak 83 pasang dari Kabupaten Bulungan, 55 pasangan dari Kota Tarakan,
53 pasangan dari Kabupaten Nunukan, 22 pasangan dari Kabupaten Malinau, 15 pasangan Dari Tana Tidung, dan 5 pasangan dari Sulawesi Selatan.
Selain peserta lokal, turnamen ini juga menarik perhatian pemain dari luar kabupaten. Salah satunya Husni, yang datang jauh-jauh dari Tanah kuning, yang mengaku ikut turnamen ini karena hobi dan tantangan.
“Hobi saja. Dapat info dari media sosial. Hadiahnya juga cukup besar, jadi sekalian coba,” ujarnya sambil tersenyum.
Ketika ditanya soal target, ia menjawab penuh percaya diri, “Ya juara satu dong. Kalau di kampung sering main juga, kadang menang, kadang tidak,” tambahnya.
Husni berharap turnamen seperti ini bisa lebih sering digelar dan melibatkan warga desa lebih banyak. (RT)










