EQUATOR-TV, TARAKAN – Suasana seketika berubah jadi haru, saat dua orang dari lima mantan penyalahguna yang hadir, memberikan testimoni soal keberhasilannya keluar dari lingkaran narkoba.
Mereka dihadirkan oleh Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Tarakan pada kegiatan Talk Show/Dialog Interaktif “Asistensi Relawan Anti Narkotika dalam Rangka KIE Sumber Daya Pembangunan Desa” pada Sabtu pagi (22/11/2025) di Aula Universitas Terbuka Tarakan.
Dalam testimoninya, para mantan penyalahguna narkoba ini, meminta dukungan Pemkot dan DPRD Tarakan untuk memberikan ruang gerak dan kegiatan bagi mereka, agar dapat kembali berkarya dan bekerja, serta tak lagi tergoda pada narkoba.
Kegiatan yang menghadirkan 75 orang Relawan Anti Narkoba ini, terealisasi berkat kerjasama BNNK Tarakan dengan AYS Indonesia dan Pemerintah Kota Tarakan, yang mengusung tema “Pahlawan Masa Kini Lawan Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045”.
Hadir sekaligus membuka kegiatan ini, Kepala BNNK Tarakan, Evon Meternik, S.E. “Pemberantasan narkoba yang tidak bisa ditangani BNN saja, melainkan harus menjadi gerakan kolektif seluruh elemen kota”, ujar Evon dalam pidatonya.
“Peran relawan sangat penting, yakni sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan agar bebas dari jeratan narkoba”, imbuhnya.
Kehadiran para relawan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, disabilitas, hingga masyarakat umum bersama AYS Indonesia selaku nahkoda para kaum muda ini, mampu membuat suasana makin hidup, dengan adanya sesi tanya jawab.
Founder AYS Indonesia, Muhammad Abrar Putra Siregar, menyampaikan apresiasi ya atas kolaborasi lintas lembaga yang terus mendorong upaya pemberantasan narkoba di Kota Tarakan.
“Gerakan relawan penting sebagai kekuatan muda yang mampu membangun kampanye anti narkoba hingga ke media sosial”, ucapnya.
Hadir sebagai narasumber Talkshow, Wali Kota Tarakan yang diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Tarakan, Muhammad Haris dan Ketua DPRD Kota Tarakan yang diwakili oleh Anggota Komisi III, Harjo Solaika, dan dipandu oleh Rina Chandra dari Equator TV selaku moderator.
“Posisi Tarakan sebagai kota perbatasan membuat ancaman narkoba semakin kompleks. Namun pemerintah tetap berkomitmen melalui dukungan anggaran, fasilitas, dan kerjasama lintas sektor, untuk mewujudkan Tarakan sebagai kota yang “bersinar”, bersih dari narkoba, “ujar Haris.
Dari sisi legislatif, anggota Komisi lII DPRD Kota Tarakan ini menyinggung soal progress penyusunan Perda. “DPRD saat ini tengah menggodok Peraturan Daerah khusus P4GN sebagai landasan hukum yang kuat dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika di tingkat daerah, “ujar Harjo, yang juga sebagai Ketua Penyusunan Perda Kota Tarakan.
Pasca Talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyerahan sertifikat secara simbolis kepada para relawan, yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber lainnya.
Melalui pembentukan jaringan relawan ini, seluruh pemangku kepentingan berharap lahir aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat Tarakan.(RS)










