EQUATOR-TV, TARAKAN – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Setelah sebelumnya ramai laporan masyarakat soal dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh sebagian oknum mitra MBG, kini muncul kesaksian baru yang memperkuat dugaan adanya praktik “Kolumbus”, julukan untuk mereka yang diduga membungkus dan membawa pulang jatah makanan MBG.
Praktik ini ironis, sebab dilakukan oleh pihak yang seharusnya menjaga distribusi MBG agar jujur, tepat sasaran, dan gratis bagi anak-anak penerima manfaat.
Di lain sisi, ada juga laporan warga yang menyebutkan adanya oknum mitra maupun relawan MBG di Tarakan, yang diduga mengambil bahan baku untuk dibawa pulang.
Sebagaimana yang dituturkan seorang mantan karyawan salah satu dapur mitra MBG di Tarakan yang enggan disebutkan namanya. Ia membenarkan praktik ini memang benar terjadi di lapangan, bahwa dirinya melihat sendiri kejadian tersebut.
“Kalau aku ngeliat langsungnya itu sudah tiga kali berturut-turut. Mitra sama relawannya”, ungkapnya pada tim liputan pada Selasa (9/12/2025).
Ia juga mengaku bersama rekan-rekannya yang lain, sudah melaporkan kejadian tersebut ke SPPI, sebutan bagi kepala satuan dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Kemarin kami sudah mengadukan ke SPPI-nya. Tapi belum ada informasi balik ke kami,” katanya.
Di tengah isu kecurangan tersebut, ia dan sejumlah rekan-rekannya juga mengalami pemutusan kerja sepihak, hanya karena satu hari tidak masuk kerja, tanpa surat peringatan apa pun.
“Nggak turun semalam aja langsung tiba-tiba dipecat. Gak ada SP1 atau SP2,” tegasnya. Mereka juga tidak mendapatkan kompensasi apa pun. “Gak ada,” ujarnya singkat.
Setelah melakukan komplain, mereka kemudian dipanggil untuk berembuk bersama pihak mitra, dan sebagian dari mereka dipekerjakan kembali. Namun keputusan siapa yang diterima kembali dinilai tidak adil olehnya. “Apa karena yang lain tahu soal masalah dapur?” jelasnya.
Kesaksian ini tentunya menambah daftar panjang laporan publik bahwa sebagian oknum mitra MBG diduga mengambil keuntungan pribadi dari program pemerintah yang sebenarnya ditujukan untuk mendukung gizi anak-anak Tarakan.
Hingga berita ini direlease, kami masih mencoba menelusuri penuturan lebih lanjut dari dinas-dinas terkait yang menaungi masalah MBG di Tarakan. (RS)









