EQUATOR-TV, TARAKAN – Masih dalam suasana peringatan HUT Kota Tarakan yang ke-28, Wali Kota Tarakan, dr.H.Khairul, M.Kes memaparkan capaian pembangunan serta arah kebijakan Pemerintah Kota Tarakan kedepan,
dalam Rapat Paripurna XVII pada Senin (15/12/2025), yang digelar DPRD Kota Tarakan.
Khairul menyebutkan bahwa peringatan hari jadi ini menjadi momentum refleksi bersama untuk memperkuat komitmen membangun kota.
“Indeks Pembangunan Manusia Kota Tarakan mencapai 78,62, tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara dan berada di atas rata-rata nasional,” ujarnya.
Selain itu, angka kemiskinan di Kota Tarakan juga menunjukkan tren penurunan, dari 5,56 persen pada tahun 2024 menjadi 5,03 persen pada tahun 2025. Dari sisi ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tarakan pada 2023 tercatat sebesar Rp15,11 triliun dengan pertumbuhan ekonomi kumulatif mencapai 4,92 persen. Tarakan tetap menjadi kontributor terbesar perekonomian Kalimantan Utara dengan sumbangan hampir 40 persen.
Rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus ini, juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tarakan, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kota Tarakan, jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta undangan lainnya.
Khairul juga menyebutkan sejumlah tantangan pembangunan kedepan, khususnya tahun 2026, diantaranya yakni keterbatasan fiskal serta persoalan infrastruktur seperti kondisi jalan dan penanganan banjir.
Oleh karenanya Pemkot Tarakan akan terus melakukan pembenahan, serta menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
“Terkait persoalan jalan, kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Mudah-mudahan jalan-jalan nasional yang masih belum baik bisa kembali dianggarkan oleh Kementerian PUPR,” katanya.
Sementara itu, untuk penanganan banjir, Pemkot Tarakan menyiapkan sejumlah program lanjutan di beberapa titik rawan, seperti Karanganyar, Sungai Semunti di Juwata Laut, Kampung Enam, serta kawasan Karang Harapan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelebaran sungai guna mengurangi hambatan aliran air.
“Kalau masjid di Karanganyar itu sudah selesai, akan kita pindahkan, lalu dilakukan pelebaran sungai. Mudah-mudahan itu bisa mengurangi hambatan air di kawasan tersebut,” jelas Khairul.
Usai rapat paripurna, Khairul menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjaga kebersihan drainase. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke parit yang dapat mempersempit saluran air.
Selain itu, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi fokus pemerintah kota. Menurut Khairul, digitalisasi pelayanan dan sistem pendapatan terus ditingkatkan untuk mengurangi kebocoran sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran.
“Kita terus meningkatkan digitalisasi pelayanan supaya pembayaran langsung masuk ke kas daerah dan tidak melalui banyak tangan,” ujarnya.
Rapat Paripurna XVII ini menjadi bagian forum evaluasi tahunan Pemerintah Kota Tarakan dalam menyampaikan capaian pembangunan dan arah kebijakan kepada DPRD sebagai wakil rakyat.(RS)










