EQUATOR-TV, BULUNGAN – Jelang 7 hari sebelum lebaran Idul Fitri 1447 H, suasana pelabuhan speed boad Pelabuhan Melundung II Tanjung Selor, mulai terasa penuh sejak Sabtu pagi (14/3/2026).
Para pemudik datang dari berbagai wilayah KTT, Bulungan dan Berau melalui jalur transportasi air di pelabuhan ini.
Tampak kesibukan aparat keamanan dari Polri dibantu TNI, Basarnas, Perhubungan dan PMI mulai terlihat sibuk memantau kenyamanan arus mudik lebaran kali ini.
“Pada hari ini (Sabtu) terpantau stabil, kami juga terus berkoordinasi dengan KSOP sebelum mengeluarkan ijin berlayarnya,” tutupnya.
Berdasarkan laporan petugas piket dari pihak Polda Kaltara dan Polres Bulungan, bekerjasama dengan instansi terkait lainnya yang melakukan pemantauan keamanan, mulai menerapkan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan yang mencurigakan. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi penumpang yang membawa barang terlarang sejenis narkotika yang mendompleng di kerumunan arus mudik.
Selain itu, pemerintah dan aparat berusaha menjaga keamanan dan kenyamanan arus mudik dengan selamat dan penuh suka cita.
Arus mudik warga melalui pelabuhan speed Tanjung Selor sudah mulai menunjukkan skala intensitas yang mulai meningkat. Terlihat arus pemberangkatan yang tinggi sejak Sabtu (14/3/2026) ini, sedangkan puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada pemberangkatan H-3 lebaran.
“Puncaknya kami perkirakan seperti tahun-tahun sebelumnya, akan terjadi di 18 Maret atau H-3 sebelum lebaran kemungkinan, ” ujar Agung Pratama salah satu petugas Dishub.
Pemerintah dan aparat gabungan keamanan melakukan pemantauan setiap hari pemberangkatan dan kedatangan di Pelabuhan Malundung II.
Titik rawan seperti parkiran, kedatangan dan pembelian tiket menjadi perhatian penuh agar ketertiban penumpang terjamin. Aparat juga menerapkan pelayanan human right dengan mengedepankan keramahan dan ketegasan.
Arus pemudik yang diperkirakan akan memenuhi pemberangkatan juga tampak membanjiri kawasan pelabuhan.
Sejumlah pemudik datang dari dalam camp-camp perusahaan seperti batu bara, perkebunan dan sebagian adalah pedagang dan para pekerja buruh kontruksi, serta buruh kasar.
Para pekerja ini hendak mudik ke berbagai wilayah tempat asal mereka, seperti pulau Jawa, Sulawesi dan Samarinda-Kaltim.
Saat ditanya soal kekuatan armada speed, pihaknya menyebutkan jumlah speed yang siap beroperasi selama arus mudik lebaran.
“Kami memantau diseluruh wilayah Kalimantan Utara ada 61 armada yang mempunyai ijin operasional dan ijin SPM. Dan simpul yang terbanyak ada 22 armada tujuan Tarakan dan Tanjung Selor”, imbuhnya.
“Kami dari Dinas Perhubungan juga membentuk posko terpadu, pelayanan angkutan lebaran 1447 H, yang melibatkan KSOP, UPP, Angkatan Laut, Karantina Kesehatan dan juga Polres setempat”, ucapnya.
Petugas yang berjaga dikawasan tersebut berharap mudik lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman, serta menghimbau seluruh warga yg hendak mudik untuk taat dan patuh kepada peraturan yang ditetapkan demi kelancaran dan keselamatan perjalanan.(SMO)










