EQUATOR-TV, BERAU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) dalam dua hari terakhir menyebabkan sejumlah jalan dan permukiman warga terendam banjir. Kondisi ini terjadi saat masyarakat tengah bersiap menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Situasi tersebut memicu keresahan warga. Keluhan pun ramai diperbincangkan, termasuk di warung-warung hingga media sosial.
Di tengah kondisi itu, pernyataan Bupati Berau yang justru membanggakan kinerja sektor PUPR, menuai komentar miring. Warga menilai kondisi di lapangan justru berbanding terbalik, dengan banyaknya titik genangan yang diduga akibat buruknya sistem drainase.
Sejumlah warga menyebut, kualitas parit dan gorong-gorong yang baru dibangun pada tahun anggaran 2025–2026 tidak berfungsi optimal. Bahkan, mereka mengklaim sebelum proyek tersebut dikerjakan, wilayah tersebut tidak pernah mengalami banjir meski diguyur hujan deras.
Persoalan ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sebagian warga berharap aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, dapat menyelidiki penggunaan anggaran proyek drainase yang diduga bermasalah.
“Kali ini sampai dapurku tergenang, sebab gak ada jalan air dari gunung belakang buat masuk ke gorong-gorong. Ada tapi kecil, entah apa pikirannya buat proyek asal-asalan,” keluh salah seorang warga.
Meski sebagian warga memilih pasrah, tak sedikit yang mengaku kecewa karena proyek yang diharapkan memberi manfaat justru dinilai tidak berdampak bagi masyarakat. (SMO)









