EQUATOR-TV, BULUNGAN – Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadi, S.I.K, memberikan apresiasi dan pujian terhormat kepada Ketua Lembaga Adat Kesultanan Bulungan, Kaltara, atas peran serta aktif dalam menjaga kondusifitas dan potensi konflik yang dapat terjadi ditengah-tengah masyarakat luas.
Dt. Buyung Perkasa diterima langsung Kapolda di ruang kerjanya, di Mako Polda Kaltara dengan sejumlah perbincangan hangat serta diskusi serius terkait soal Kamtibmas dan sejumlah kasus kasus hukum yang sedang terjadi di masyarakat.
“Selaku tokoh lembaga adat saya bertanggung jawab untuk mengambil langkah preventif terhadap berbagai persoalan masyarakat yang mengarah kepada persoalan hukum agar wilayah kita di Kaltara aman dan tentram, ” kata Dt. Buyung.
Kapolda Kaltara Djati Wiyoto Abady, mengaku sangat senang, bangga dan berterima kasih atas langkah tokoh masyarakat, seperti Dt. Buyung dalam hal upaya mencegah dan turut membantu Polri dalam penyelesaian dan pencegahan potensi konflik masyarakat.
Kapolda mengakui jika saat ini memang sedang melakukan proses hukum terhadap berbagai kasus di Mapolda Kaltara, mulai dari kasus tuduhan Ijasah palsu, transaksi yang diduga palsu terhadap penjualan lahan hingga pada isu kisruh tuduhan monopoli kontrak media di Pemprov Kaltara oleh salah satu organisasi Mahasiswa terkemuka di tanah air.
“Kami merasa terhormat dan bangga Ketua Adat konsisten tulus ikhlas membantu Polri mencegah dan menengahi berbagai kasus dan potensi Kamtibmas di masyarakat Kaltara, ” ujar Kapolda.
Dt.Buyung sendiri mengaku belakangan ini kerap mendapat kunjungan berbagai lapisan masyarakat dirumah kediamannya di Tanjung Selor dengan tujuan pengaduan dan permohonan pertimbangan selaku pemuka Adat Kesultanan Bulungan.
Ia pun merasa dengan tulus ikhlas membantu memfasilitasi berbagai kepentingan sosial dan perselisihan masyarakat tanpa pamri atas dasar menyandang amanah sebagai Ketua Adat Kesultanan Bulungan.
“Jika persoalan masyarakat itu saya bisa selesaikan maka saya akan jalankan secara kekeluargaan, namun jika itu menyangkut ranah aparat penegak hukum maka saya akan serahkan kepada pihak berwenang, “terang Dt. Buyung saat berdiskusi dengan Kapolda Kaltara di ruang kerjanya pada 5Selasa (31/3/2025).
Dt. Buyung juga dikenal luas masyarakat Kaltara sebagai tokoh masyarakat yang kritis dan vokal memberi masukan kepada pemerintah jika terdapat kebijakan yang dianggap tidak populer dan bertentangan dengan prinsip kebenaran aturan dan undang-undang yang berlaku.
Kapolda Djati Wiyoto Abady menegaskan bahwa langkah ketegasan Dt. Buyung dalam menyikapi persoalan sosial dan potensi konflik masyarakat termasuk kebijakan pemerintah yang kontroversi, merupakan jalur yang benar yang seharusnya di lakukan oleh tokoh masyarakat seperti Dt. Buyung.
“Kami sangat terbantu menangani berbagai persoalan hukum dan masalah kemasyarakatan lainnya, jika para tokoh bersikap seperti yang dilakukan oleh Dt. Buyung, selaku Ketua Adat Kesultanan Bulungan, ” ujar Kapolda.
Perbincangan hangat dan diskusi serius antara Ketua Adat Kesultanan Bulungan, Provinsi Kaltara dan Kapolda Kaltara berlangsung sekitar satu jam dengan penuh keakraban dan penuh rasa hormat.
Potret ini menjadi gambaran indah dan merupakan contoh tauladan hubungan polri dan tokoh masyarakat yang harmonis dalam rangka bersama membangun Kaltara. (SMO)










