EQUATOR-TV, BULUNGAN – Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, sebagai propinsi paling utara di Kalimantan ini, diam-diam memiliki potensi wisata alam berupa goa eksotik yang tersembunyi.
Wisata goa yang memiliki deretan batu-batu kars serta relif dan motif yang menawan ini, oleh warga sekitar diberi nama “Goa Gunung Berlapis”, dimana goa ini memiliki permukaan yang cukup luas, dengan 5 tingkatan struktur kebawah permukaan tanah.
Untuk menjangkau titik lokasi goa, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit menelusuri hutan, dengan jalanan setapak berbatu dan berbukit, sehingga cocok dijadikan sebagai pilihan olah raga alam, dengan nuansa hutan yang segar, dipenuhi pepohonan berukuran besar dan alami.
Secara tata letak lokasi, Goa Gunung Berlapis terletak sekitar 45 kilometer dari pusat kota Tanjung Selor, menuju Desa Baratan, Kabupaten Bulungan.
Melalui dana swadaya, selama ini Goa Gunung Belapis dikelola sendiri oleh warga yang memang mencintai panorama eksotik, sehingga menjadikan goa ini menarik untuk dijadikan sebagai tujuan wisata.
Di bibir pintu masuk goa, tinggal salah seorang warga bernama Haji Mochtar yang merupakan mantan wakil rakyat di DPRD Bulungan, yang selama ini terus berupaya mengelola goa tersebut sebagai tempat kunjungan wisata.
Ia telah memasang pintu masuk goa dengan baja besi agar tidak dirusak oleh warga. Disana juga telah berhasil didirikan penerangan dengan menggunakan mesin genset. Namun sayangnya, lantaran tidak terpelihara dan terjaga dengan baik, fasilitas tersebut dirusak oleh oknum masyarakat sehingga keadaannya kini mulai terbengkalai.
Keprihatinan ini juga disuarakan oleh Ir.Gurdi Andi Samonteng, yang juga mantan Anggota DPRD Bulungan periode 2009-2014.
“Kedepannya Goa Berlapis ini sangat memungkinkan untuk dibuka sebagai tempat wisata,” ujarnya.
“Kami sebagai masyarakat Bulungan, menginginkan ada kepedulian dan juga perlu dianggarkan untuk tahun yang akan datang, utamanya untuk Gubernur Kaltara, supaya ada kepedulian terhadap permasalahan wisata yang ada di Kabupaten Bulungan khususnya, dan Kalimantan Utara pada umumnya,” imbuhnya.
“Kalau ini terbangun dan ada kepedulian dari Pemerintah Daerah, tentu PAD kita akan bertambah, karena ada aset yang sangat memungkinkan untuk kita bina,” terangnya.
Disisi lain, Budi Dermawan salah seorang penjaga Goa Gunung Belapis, menceritakan bahwa goa ini dulunya merupakan habitat potensial burung walet. Namun, akibat ulah oknum tak bertanggung jawab, kawasan ini mulai tertekan oleh aktivitas manusia, sehingga potensi populasi waletnya pun turut menghilang.
“Saya sebagai salah satu penjaga Gunung Riang ini, pada tahun 2010 sudah dibangun konservasi disini, untuk melestarikan ternak burung walet di wilayah konservasi. Tapi telah terjadi pengrusakan disini, jadi burungnya tidak jadi berkembang. Jadinya, yang sekarang kita kembangkan adalah potensi wisatanya. Kita bisa jadikan camping ground, perkemahan pramuka, dan sebagainya,” terang Budi.
Kondisi ini menyisakan potensi wisata sebagai satu-satunya prospek ekonomi yang dapat dikembangkan, sekaligus menjadi sumber PAD bagi Kaltara dan Bulungan, jika dikelola secara baik dan profesional.
Selain kepedulian dari Gurdi Andi Samonteng selaku tokoh masyarakat, tokoh lain seperti Sekjen KIB Kaltara Andi Lempong juga berupaya kembali menggali potensi wisata ini dan mengajak pemerintah agar mengembangkan lokasi tersebut sebagai wilayah wisata alam yang menarik bagi masyarakat.
“Goa ini adalah salah satu potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Bulungan, yang sampai saat ini belum dikelola dengan baik. Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah untuk mengambil langkah-langkah konkrit, sehingga bagaimana mengelola goa ini menjadi sumber PAD sehingga dapat mempekerjakan beberapa orang tenaga kerja yang pecinta goa, “ujar Andi.
“Potensinya cukup bagus, bahkan untuk tempat rekreasi, tempat camping, tempat pramuka, dan anak-anak sekolah yang suka petualangan, untuk hadir disini dalam rangka mensosialisasikan apa yang ada disini dan bagaimana mengembangkan kedepan, sehingga pemerintah daerah berminat memberikan dana untuk dibangun kembali goa ini, “tegas Andi.
Di lokasi goa ini setidaknya memiliki 4 titik wisata yang menarik bagi para pencinta alam, yakni areal Camping Ground, wisata pengenalan tanaman dan pohon, arena motor trabas adventure dan sebagai lokasi pertemuan rapat perkantoran alami.
Bupati Bulungan sendiri menjadikan areal itu sebagai arena adventure motor trabas yang cukup menantang selama ini.
Sebagai gambaran, di wilayah Tanjung selor terdapat sekitar 22 Goa Gunung Batu yang dapat diekspoler menjadi destinasi wisata alam yang menawan. Sejauh ini, setidaknya baru 2 Goa Gunung Batu alami yang dijadikan warga sebagai area wisata alam.
Para tokoh pun berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melakukan sentuhan pembangunan wisata itu, sebagai salah satu potensi PAD yang menjanjikan dimasa yang akan datang.(SMO)










