EQUATOR-TV, BULUNGAN – Sejumlah warga di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), mengeluh belakangan ini. Uang Rp50.000 yang dulu cukup untuk belanja sehari-hari, sekarang terasa tidak cukup lagi.
Keluhan ini muncul karena harga kebutuhan sehari-hari makin naik. Mulai dari beras, cabai, bawang, minyak goreng, sampai kebutuhan lainnya. Bagi warga yang berpenghasilan pas-pasan, hal ini terasa sangat memberatkan.
Ayu Rahayu seorang ibu rumah tangga yang juga sebagai pedagang ini, mengungkapkan keluhannya saat diwawancarai awak media pada Selasa (23/06/2026).
Menurutnya, uang sebesar itu saat sekarang ini tidak cukup untuk membeli berbagai kebutuhan sekaligus.
“Ya Allah, aduh mbak kalau uang 50 ribu sekarang, taulah mbak dapat apa aja, bukan kita tidak menghargai uang kan, minyak aja yang paling murah sudah 25 ribu. Nah, baru itu minyak, terus yang lain-lainnya belum? ,” keluhnya.
“Kita mau beli ikan, mau beli sayur, tidak cukup kalau hanya uang 50 ribu. Pusing betul pokoknya. Nggak bisa lah kalau hanya uang 50 ribu aja untuk belanja. Jangankan satu hari, untuk belanja keperluannya aja nggak cukup,” tambahnya.
Menurutnya, jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, daya beli uang saat ini terasa jauh berkurang.
“Iya bisa lah kan, untuk kebutuhan, umpamanya kita punya anak dua, satu keluarga, bisalah makan sampai malam dulu, sekarang mana cukup mbak. Kalau saya, bagus kita ini beli sayur masak aja kali ya,” ujarnya.
Ia juga menilai kenaikan harga tersebut juga sangat mempengaruhi aktivitas belanja dan kondisi pedagang di pasar.
“Oh sangat mbak, sangat pengaruh itu. Apalagi harga-harga sembako kan semakin melonjak, biar beras ketan, semua minyak, bahan tepung-tepung, kan naik semua. Jadi sekarang ini di pasar pun sepi dan banyak juga pedagang dimana-mana mengeluh, sangat mengeluh lah pokoknya,” ungkapnya.
Sementara itu, Citra seorang ibu rumah tangga lainnya, juga mengeluhkan hal sama.
“Ya, 50 ribu itu tidak ada artinya lah sekarang. Bahan-bahan pada naik, bawang, beras, minyak goreng semua naik,” ucapnya.
Ia membandingkan kemampuan uang Rp50.000 saat ini dengan beberapa waktu lalu.
“Dulu itu bisa beli ikan, beli minyak goreng sudah cukup, sekarang 50 ribu kayaknya tidak cukup kalau mau dibeli semua,” ujarnya.
Melihat kondisi ini, ia sangat berharap agar harga kebutuhan pokok bisa segera turun kembali.
“Mudah-mudahanlah harga semua, kayak beras, minyak goreng lebih murah lagi,” harapnya.(NA)










