EQUATOR-TV, TARAKAN – Sebagai agenda rutin tahunan, SMKN 4 Tarakan kembali menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang berlangsung sejak Senin (6/7/2026) hingga Jumat (11/7/2026).
Selama pelaksanaan MPLS, sebanyak 208 orang peserta didik baru mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan pihak sekolah dengan penuh antusias.
Selain pemberian materi, kegiatan juga diisi dengan pengenalan warga sekolah, fasilitas yang ada, serta berbagai program yang akan dijalani selama menempuh pendidikan disini.
Sebagaimana dituturkan oleh salah seorang Guru SMKN 4 Tarakan, Widya Astuti, S.Pd, dalam wawancaranya dengan tim liputan Equator TV.
“MPLS tahun ini itu, bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah yang aman nyaman dan supaya siswa-siswi atau murid-murid baru ini lebih kreatif dan lebih semangat lagi, ” ujar Widya.
“Tujuan yang pertama nilai sopan santun, yang kedua nilai siaga bencana, yang ketiga itu adalah nilai sosialisasi pada masyarakat. Yang pertama itu adalah materi siaga bencana, lalu ada materi bahaya narkoba, ada materi judi online dan masi banyak lagi,” ujarnya.
“Pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung selama 5 hari dari Senin tanggal 6 sampai nanti
hari Jumat tanggal 10 nanti”, imbuhnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan MPLS ini dapat membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.
Sementara itu, sejumlah siswa mengaku, menemukan jurusan yang dia inginkan, hanya di sekolah ini.
“Dikarenakan tujuan dan jurusan yang saya cari ada disini, saya ingin mendapatkan ilmu baru dengan jurusan yang saya pilih dan ingin berkembang lebih baik di sekolahan ini”, ucap Richard salah seorang peserta didik baru.
Sementara itu, berdasarkan penuturan salah seorang pengurus OSIS, M.Fachri Dhuha, agar MPLS ini dapat berjalan maksimal, pihaknya terus melakukan rapat persiapan.
“Sebelum memulai kegiatan MPLS kami anggota OSIS dan pembimbing OSIS mengadakan rapat untuk membahas seputar MPLS. Kami mengadakan rapatnya jauh sebelum hari H, jadi persiapan kami sematang mungkin. Kami disitu juga membahas tentang kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi dan solusinya seperti apa, “tegas Fachri.
“Tantangan terberat sebagai OSIS saat ini, paling cuma menghadapi karekteristik anak, soalnya kan karekteristik anak disini berbeda beda, ada yang dikasih tahu langsung nurut dan ada juga yang susah dikasih tahunya. Jadi kita sebagai OSIS harus lebih sabar lagi. Biar tertib dan aman, saya sebagai wakil, komunikasikan kepada tim anggota OSIS yang lainnya, untuk berjaga kalau ada anak yang melanggar atau keliling keliling. Komunikasikan ke masing masing, bagaimana saja kerjanya, dimana saja mereka berjaga untuk mengawasi anak anak MPLS”, tutupnya. (SY)









