EQUATOR-TV, TARAKAN – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) se Kalimantan Utara (Kaltara) resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Sabtu (11/7/2026), yang sekaligus merupakan penutupan Pameran Ketahanan Pangan Dan Islami.
Pameran yang digelar sejak tanggal 27 Juni hingga Sabtu malam, 11 Juli 2026 ini, tak hanya menghadirkan stand-stand ketahanan pangan dan mengukung geliat UMKM lokal, tetapi juga menyertakan nilai-nilai spiritual sebagai perpaduan antara menggerakkan ekonomi kerakyatan dan memperkuat keimanan.
Dalam kesempatan tersebut, kehadiran Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir.Wahyuni Nuzban, M.A.P. Selain itu juga hadir jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir.
“Saya mengajak seluruh keluarga besar Tani Merdeka Indonesia di Kaltara untuk menjadi pelopor transformasi pertanian modern”, tuturnya Wahyuni.
Dengan dilantiknya para pengurus DPD TMI se-Kaltara ini, diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan para petani kita, serta menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam pengembangan sektor pertanian di Kalimantan Utara.
“Pemprov Kaltara terus mendorong penerapan Pertanian Modern Melalui Advanced Agriculture System (PM-AAS). Pendekatan ini bukan sekadar menggunakan alat dan mesin pertanian, tetapi merupakan perubahan cara bertani menjadi lebih modern, lebih efisien, lebih presisi, dan berbasis teknologi’, terangnya.
“PM-AAS mengintegrasikan penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pengelolaan air yang efisien, pemupukan berimbang, serta pemanfaatan teknologi digital seperti drone dan sistem informasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi”, imbuhnya lagi.
Dengan adanya TMI ini, diharapkan dapat menjadi wadah bagi para petani untuk meningkatkan kapasitas, memperluas jaringan, serta memperjuangkan berbagai aspirasi dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Pemprov Kaltara sendiri terus berkomitmen memperkuat sektor pertanian, sebagai salah satu sektor unggulan daerah, sejalan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan di Bumi Benuanta.
Pendekatan ini juga menekankan pengelolaan usaha tani secara terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga mampu meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani.
Pihaknya juga berharap, pertanian yang maju, produktif, berkelanjutan, dan mampu menarik minat generasi muda untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai bidang usaha yang menjanjikan, demi terwujudnya Kaltara sebagai salah satu lumbung pangan Indonesia.(RK)









