EQUATOR-TV, TARAKAN – Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kota Tarakan dikemas berbeda. Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama BNN Kota Tarakan dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) “Macan” Kampung Enam menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi anak-anak sekolah dasar, bertempat di SDN 013 pada Sabtu (18/7/2026).
Peringatan HANI 2026 yang mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045” itu, diawali dengan senam bersama siswa dan siswi SDN 013 Tarakan, sebelum dilanjutkan dengan edukasi pengenalan beragam jenis narkoba dan dampak buruk penyalahgunaannya.
Acara tersebut dihadiri Kepala BNN Provinsi Kaltara Brigjen Pol. Abdul Hasyim, S.H., M.Si., Kepala BNN Kota Tarakan, Wali Kota Tarakan dr.H.Khaerul, M.Kes beserta para undangan lainnya, serta pengurus IBM Macan Kampung Enam.
Kepala BNN Kaltara, sangat mengapresiasi inisiatif masyarakat melalui IBM Macan kali ini yang dinilai menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.
“Kita senang sekali, ini muncul dari gagasan masyarakat itu sendiri, terutama di IBM nya. Jadi, di kota Tarakan ini ada tiga, di Kelurahan Kampung Enam, Sebengkok dan Karang Rejo. Bahkan IBM Sebengkok tahun kemarin dapat penghargaan langsung dari Presiden RI kita,” ujar Hasyim.
Menurutnya, momentum HANI dimanfaatkan untuk menanamkan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak usia dini agar anak-anak memiliki bekal pengetahuan dan mampu menolak penyalahgunaan narkotika di kemudian hari.
“Nah, trus kita munculkan kesempatannya dari masyarakat untuk menyentuh anak-anak kita, biar anak anak kita ini tumbuh menjadi generasi sehat dan kuat, kita kenalkan juga jenis-jenis narkoba, dan bahayanya Narkoba. Targetnya biar masyarakat, anak-anak muda dari mulai SD ini, dia kenal,” terang Hasyim.
Saat ini, Kota Tarakan memiliki tiga kelompok IBM. Kedepan, BNN Provinsi Kaltara berharap jumlah tersebut terus bertambah sehingga semakin banyak wilayah yang aktif melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat.
“Nanti kita munculkan dari IBM, memancing kelurahan-kelurahan yang lain, dak cukup hanya tiga IBM ya, tapi lebih ramai lagi. Mudah-mudahan di bulan Desember nanti sudah bisa jadi lima,” tegasnya optimis.
Sementara itu, Ketua IBM Macan Kampung Enam, Tarobi, yang juga sebagai penyelenggara kegiatan tersebut berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan program-program pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan narkoba.
“Kami harapkan kedepannya masalah perhatian pemerintah harus tetap, karena saya rasa pemerintah setempat masih kurang memperhatikan,” ujar Tarobi.
Meski demikian, ia mengapresiasi pembinaan yang selama ini dilakukan BNN Kota Tarakan. Menurutnya, ancaman penyalahgunaan narkoba masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Saya juga terimakasih atas binaan dari BNN Kota Tarakan. Keluhan itu tetap banyaklah, dan masyarakat Tarakan itu yang harus peduli. Janganlah seperti ini, bahkan yang baru-baru ini juga terjadi, saya lihat di Samarinda, dari anak-anak sudah terjadi,” keluhnya.
Ia juga menegaskan, bahwa IBM Macan berkomitmen untuk menjadikan kegiatan edukasi bahaya narkoba sebagai agenda rutin setiap tahun, meski harus dilaksanakan dengan pendanaan secara mandiri.
“Walaupun menggunakan dana mandiri, kami berkomitmen untuk terus melanjutkan rencana ini, karena ini adalah rencana baik,” tutupnya.(RK)








