EQUATOR TV, TARAKAN – Pernikahan adat Bugis di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi sorotan warga. Pasalnya, uang panai yang diserahkan pihak mempelai pria mencapai Rp 2,2 Miliar.
Pernikahan fenomenal dua dokter ini mempertemukan dr. Vebriadam Syahputra Tauviq dengan dr.Nurul Magfirah. Dimana dr.Vebriadam merupakan putra dari Arfan Tauviq Arsyad dan Sri Rejeki, sementara dr. Nurul Magfirah merupakan putri dari Burhan dan Sukma Wati.
Prosesi penyerahan uang panai dan seserahan digelar pada Sabtu pagi, (12/09/2026) di dua lokasi.
Lokasi pertama di kediaman mempelai pria di Jalan Lestari, Gang Pendidikan, setelah SMP Negeri 8, Kota Tarakan, dan lokasi kedua di kediaman mempelai wanita di Jalan Karang Balik, dekat Balai Pemasyarakatan Kota Tarakan. Resepsi pernikahan rencananya akan digelar di Gedung TACC pada 19 September mendatang.
Pantauan di lokasi, uang panai terdiri dari uang tunai Rp 600 juta yang tertata rapi di atas meja kaca, sertifikat rumah dua lantai senilai Rp 1,6 miliar, serta seserahan mewah lainnya. Total nilai panai tersebut mencapai Rp 2,2 Miliar.
Acara diawali dengan wawancara perwakilan keluarga mempelai pria sebelum rombongan Mappettuada bertolak menuju kediaman mempelai wanita. Kakek sang mempelai pria, H.Iskandar, menjelaskan soal besaran uang panai yang mereka serahkan.
“Uang panai Rp 600 juta plus rumah itu luar biasa. Apalagi keduanya profesinya dokter. Hadiah rumah itu sebenarnya dari orang tuanya untuk ditempati di Makassar. Untuk setelah nikah, saya kurang paham apakah mereka sepakat tinggal di Makassar atau di sini, karena profesi dokter butuh penyesuaian, mungkin terkait rencana ambil spesialis di Makassar, “terangnya.
Menurutnya, nominal uang panai sebesar Rp 600 juta bukan ditetapkan berdasarkan filosofi atau simbol angka tertentu. Menurut dia, jumlah tersebut merupakan hasil pembicaraan dan kesepakatan antara kedua keluarga.
Sementara itu, perwakilan atau kuasa mempelai pria, Astra, M. Kn menerangkan perihal rumah yang dimaksud.
“Jadi pertemuan antara keluarga perempuan dengan keluarga laki-laki, kita sepakati filosofinya. Ini merupakan momen yang luar biasa terkait dengan uang mahar atau uang panai. Dengan jumlah Rp 600 juta ditambah rumah, tentu sudah luar biasa. Apalagi yang kita dengar, profesinya dokter dan dua-duanya dokter. Uang tunainya Rp 600 juta, sementara yang Rp 1,6 Miliar itu adalah hadiah dari orang tua mempelai laki-laki untuk kedua mempelai, “ulasnya.
Pihak keluarga juga menegaskan, bahwa kisah ini bukan untuk berbangga diri, melainkan untuk melestarikan adat Bugis di tanah rantau dan menjadi bukti kesungguhan seorang pria dalam memuliakan calon istrinya.
Kita doakan semoga pernikahan dr. Vebriadam Syahputra Tauviq dan dr. Nurul Magfirah menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan menjadi berkah bagi kedua keluarga besar. (IZ)









