EQUATOR-TV, BULUNGAN – Pengelolaan Kelompok Usaha Perempuan (KUP) di Kabupaten Bulungan terus menunjukkan kemajuan yang menggembirakan, khususnya di kawasan Lanskap Kayan. Hal ini tersampaikan saat dilangsungkannya kegiatan lokakarya dan seminar di Hotel Luminor Tanjung Selor, pada Rabu pagi (23/7/2025).
Lokakarya dan seminar ini, merupakan wadah penguatan kapasitas dan kolaborasi berbagai pihak, dalam mendukung keberlanjutan usaha perempuan di desa-desa sekitar Lanskap tersebut.
Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa kelompok usaha perempuan, kini memainkan peran signifikan dalam pembangunan ekonomi desa. Berbagai jenis usaha telah berkembang di 18 desa dari 4 kecamatan yang ada di kawasan Lanskap Kayan. “Alhamdulillah, kita bersyukur, dari desa Antutan sampai enam desa di Kecamatan Peso, kita melihat produk-produk hasil usaha perempuan telah tumbuh, seperti minyak serai dari Sungai Urang, minyak kalimutu dari Long Buah, serta PCO dari Long Sam,” ujar Syarwani.
Selain itu, sektor pertanian juga menjadi unggulan lokal, terutama dalam pengembangan kakao. Kelompok perempuan kini telah mampu memproduksi cokelat dalam bentuk bubuk maupun batangan, sebagai hasil dari proses budidaya dan pengolahan yang sudah berjalan mandiri di desa. “Ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi produktif yang dilakukan para ibu dan perempuan desa, benar-benar berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga. Sekarang, kita dorong supaya produk-produk ini tidak hanya dikonsumsi lokal, tapi mampu bersaing lebih luas, bahkan menembus pasar luar daerah,” tambah Syarwani.
Dalam hal pendampingan dan keberlanjutan, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, termasuk LSM, sektor swasta, dan lembaga perbankan. Lokakarya kali ini turut menghadirkan mitra strategis seperti Yayasan Pionir, PT.BPR Bank Bulungan, hingga perusahaan sawit yang turut memfasilitasi pengembangan pupuk organik dari limbah kebun sawit. “Konsep besar kita adalah kolaboratif. Tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan pemerintah. Makanya kita buka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Legalitas produk seperti BPOM, sertifikasi halal, hingga aspek higienitas harus didorong agar produk lokal ini naik kelas,” tegas nya.
Salah satu terobosan yang sedang disiapkan adalah peluncuran produk pupuk organik yang dihasilkan dari kerjasama dengan perusahaan perkebunan melalui PT.SKI. Pupuk ini dirancang mendukung pertanian organik dan menjadi bagian dari konsep Bulungan Hijau, sebuah gerakan menuju pembangunan berkelanjutan. “Insyaallah pada hari jadi Bulungan 12 Oktober nanti, akan kita luncurkan produk pupuk organik ini secara resmi. Sudah dalam bentuk kemasan, tinggal kita kampanyekan penggunaannya, terutama bagi kelompok tani rumah tangga agar bisa mulai meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia,” pungkasnya (RT).










