EQUATOR TV, BULUNGAN—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara bersama jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melaksanakan Pelatihan Pembekalan Pendamping Pemanfaatan Pekarangan, yang digelar sejak 9 hingga 11 September 2025 di Hotel Luminor, Bulungan.
Kegiatan yang dihadirkan sebagai upaya mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan pekarangan ini, tak
hanya bersiap pemaparan materi, namun juga praktik langsung di lapangan, meliputi teknik pengolahan limbah organik, pembuatan pupuk, hingga strategi pemanfaatan lahan sempit agar tetap produktif.
Melalui kegiatan ini, pemerintah bersama aparat keamanan berupaya mengajak masyarakat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Dalam wawancaranya, Kabid Penyuluhan DPKP Kaltara, Nurbaya, S.Si., MP., menjelaskan bahwa pelatihan kali ini diikuti sebanyak 41 peserta, terdiri dari Bhabinkamtibmas sebagai penerima bantuan tanaman pekarangan, serta 10 orang perwakilan lulusan Komunitas Khusus (Komsus) Kepolisian yang memiliki latar belakang pendidikan pertanian.
“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa sampai Kamis”, ujarnya.
Hari pertama, kegiatan dibuka resmi oleh perwakilan Gubernur Kaltara, lalu masuk ke materi pembuatan pupuk organik oleh akademisi dari UNESA.
“Kemudian pada hari kedua, peserta langsung praktik membuat bokashi dan eco-enzyme dari limbah rumah tangga,” ujarnya.
Menurut Nurbaya, pendampingan ini penting karena para Bhabinkamtibmas nantinya akan mendampingi langsung masyarakat, khususnya kelompok wanita tani (KWT) dan petani jagung.
“Ketahanan pangan itu berawal dari rumah. Kalau setiap rumah bisa menanam cabai, tomat, atau sayuran sederhana, otomatis kebutuhan sehari-hari bisa dipenuhi tanpa harus selalu ke pasar,” tambahnya.
Salah satu peserta, Julius Thomas, mengaku pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru, khususnya dalam mengelola limbah rumah tangga. “Kami belajar membuat pupuk organik dan eco-enzyme dari sisa sayur maupun buah yang tidak layak jual. Harapannya, hasil pelatihan ini bisa disosialisasikan ke masyarakat dan dimanfaatkan untuk pertanian, terutama tanaman jagung,” tutupnya.(RT)










