EQUATOR-TV, TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan akhirnya meresmikan Sekolah Rakyat Rintisan 1C untuk Tahun Ajaran 2025/2026. Peresmian berlangsung di Aula UPT LLK Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Tarakan pada Selasa pagi (30/9/2025), dipimpin langsung oleh Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes.
Dalam sambutannya, Khairul menyampaikan bahwa sekolah rakyat ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin ekstrem. Seluruh fasilitas dan kebutuhan siswa akan ditanggung pemerintah.
“Mereka bahkan mendapat makan tiga kali sehari. Anak-anak tinggal belajar, semua kebutuhan ditanggung pemerintah,” ujarnya.
Saat ini, Sekolah Rakyat baru menampung 59 siswa dari tingkat SD dan SMP. Jumlah ini belum sesuai target awal karena masih ada sebagian anak maupun orang tua yang belum bersedia mengikuti sistem berasrama. Meski begitu, Wali Kota optimistis jumlah peserta akan bertambah di masa mendatang.
“Insya Allah, seiring berjalannya waktu, akan semakin banyak yang bergabung. Saya yakin ke depan sekolah ini akan menjadi sekolah unggulan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Kota Tarakan, Marisa Aulia, menjelaskan bahwa kegiatan awal diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
“Hari ini kita mulai MPLS dan PKG dibantu Puskesmas Mangorungan. MPLS akan berjalan selama dua minggu, dilanjutkan dengan matrikulasi sebelum masuk ke agenda belajar mengajar yang waktunya menunggu instruksi pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, MPLS di sekolah ini berbeda dengan sekolah reguler karena melibatkan banyak dinas terkait serta pengenalan kehidupan berasrama. Regulasi kunjungan orang tua pun dibuat ketat agar anak-anak tetap fokus belajar.
“Anak-anak belajar tentang kedisiplinan, kehidupan di asrama, dan bagaimana berinteraksi dengan teman-teman baru. Untuk kunjungan orang tua ada aturan khusus agar anak-anak tetap terjaga,” tambahnya.
Sekolah ini juga menerapkan kurikulum multi-entry dan multi-exit, menyesuaikan dengan latar belakang siswa yang beragam. Saat ini,llllldidukung oleh 12 guru utama, 3 guru agama, serta wali asuh dari PKH dan Dinas Sosial yang mendampingi anak-anak selama 24 jam.
“Harapan kami, anak-anak tidak hanya lebih baik dalam pendidikan, tapi juga kesehatan, sikap, dan perilaku karena mereka mendapat pendampingan penuh,” tutupnya.
Dengan peresmian ini, Pemerintah Kota Tarakan berharap Sekolah Rakyat Rintisan 1C dapat menjadi model pendidikan unggulan yang mampu meningkatkan kualitas hidup anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. (RS)










