
EQUATOR-TV.COM, JAKARTA – Tetsuya Yamagami, pelaku penembakan berujung kematian eks Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, menyimpan dendam membara yang membuatnya nekat melakukan tindakan brutal.
Abe ditembak saat berkampanye di Kota Nara pada Jumat 8 Juli 2022 lalu. Tubuhnya yang berlumuran darah, dibawa ke rumah sakit, namun tak tertolong.
Mengutip Al Jazeera, Sabtu 9 Juli, polisi yang memeriksa Yamagami, mengungkap adanya dendam terhadap organisasi yang terkait dengan Abe, yang mendorong tindakan keji tersebut terjadi.
Namun, polisi tak mengungkap organisasi apa yang dimaksud. Aparat juga masih menyelidiki apakah benar organisasi yang memicu dendam Yamagami benar-benar ada, atau hanya karangan belaka.
Media Jepang sudah ramai-ramai memberitakan, organisasi yang dimaksud terkait dengan kelompok keagamaan.
Yamagami juga mengatakan kepada polisi, dia telah mengetahui tentang kunjungan Abe ke Kota Nara secara online. Saat ini , pelaku diketahui menganggur atau tidak memiliki pekerjaan.
Disadur dari www.reqnews.com








