EQUATOR TV, MALINAU – Medan berat buka menjadi penghalang bagi para petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 untuk memastikan seluruh masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk yang berada di wilayah pelosok, tetap tercatat dalam pendataan nasional.
Salah satunya yakni tantangan terbesar yang dihadapi petugas saat melakukan pendataan di Kecamatan Sungai Tubu, Kabupaten Malinau.
Wilayah yang terdiri dari lima desa dengan Long Pada sebagai ibu kota kecamatan ini, memiliki akses yang tidak mudah dijangkau.
Perjalanan menuju sejumlah desa harus melewati jalur sungai, hutan, hingga jalan berbatu yang penuh tantangan. Dari Long Pada menuju Long Ranau misalnya, petugas hanya dapat menggunakan ketinting ketika kondisi air sungai memungkinkan.
Namun saat air sungai surut, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Bahkan beberapa desa lainnya tidak dapat dijangkau menggunakan transportasi sungai.
Petugas harus menyusuri jalur darat melewati hutan dan tepian sungai dengan waktu tempuh yang bisa mencapai dua hari perjalanan.
Dengan membawa perlengkapan dan perbekalan yang cukup, para petugas tetap melangkah demi memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam pendataan Sensus Ekonomi 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengajak masyarakat untuk menyambut kedatangan petugas sensus dengan memberikan dukungan serta data yang benar, lengkap, dan jujur.
“Karena mungkin kita tak pernah tahu perjalanan, rintangan, dan medan berat yang telah mereka lalui hanya untuk memastikan setiap masyarakat, termasuk kamu, menjadi bagian dari Sensus Ekonomi 2026,” demikian pesan BPS Kaltara.
Data yang dihimpun dalam Sensus Ekonomi 2026 nantinya menjadi fondasi penting dalam menghasilkan informasi berkualitas untuk perencanaan dan pembangunan ekonomi Indonesia.(*)








