EQUATOR-TV, BULUNGAN– Demi menjaga keamanan pangan yang merata, Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan, menggelar kegiatan pemantauan dan evaluasi Program GERMAS SAPA (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman).
Program yang dilaksanakan di Ruang Rapat Inspektorat Bulungan, Tanjung Selor, pada Selasa (21/07/2026) ini, dihadiri oleh Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si.
Dalam pidatonya, Syarwani menegaskan bahwa Pemkab Bulungan akan terus berkomitmen untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan melalui program tersebut, sekaligus menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki kedepannya.
“Yang dilakukan BPOM hari ini adalah monitoring dan evaluasi. Nah, tentu dari hasil evaluasi monitoring yang dilakukan hari ini kan mungkin nanti ada beberapa catatan yang penting harus dilakukan perbaikan di depan,” ungkapnya
Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama dari seluruh kegiatan ini adalah menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi oleh seluruh masyarakat.
“Namun intinya semangatnya adalah memastikan bahwa seluruh konsumsi pangan masyarakat Kabupaten Bulungan itu aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat kita,” ujarnya.
“Baik produk pangan yang dihasilkan dari dalam wilayah Kabupaten Bulungan ataupun yang didatangkan dari luar wilayah Kebupaten Bulungan,” sambungnya.
Menurutnya, pencegahan lebih penting daripada penanganan setelah masalah terjadi, sehingga diperlukan kesadaran dan kerja sama dari semua pihak termasuk komunitas di sekolah.
“Bagaimana supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita harapkan. Antisipasi itu menjadi sangat penting. Nah, ini memang dibutuhkan komitmen, kesadaran bersama, misalnya dari komunitas berbasis sekolah,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa pihak sekolah juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjamin keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa.
“Komunitas sekolah juga punya tanggung jawab moral memastikan bahwa apa yang sampai di tangan murid, yang menjadi konsumsi murid, itu harus benar-benar aman untuk dikonsumsi”, jelasnya.
Karena itulah pentingnya pengawasan, agar hal-hal yang merugikan kesehatan anak-anak dapat dicegah sejak awal.
“Jangan sampai nanti setelah dikonsumsi ada yang mungkin keracunan dan lain sebagainya, yang tentu pasti berdampak terhadap anak-anak kita sendiri,” tutupnya.(NA)









