EQUATOR-TV, TARAKAN – Pelayanan publik yang berkualitas bukan sekadar soal menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tetapi juga bagaimana instansi mampu mendengar kritik dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi perhatian Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Jumat (6/11/2026), di ruang pertemuan PSDKP Tarakan.
Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus komunikasi antara penyelenggara dan pengguna layanan untuk mengidentifikasi persoalan, menyerap aspirasi, serta mencari solusi atas berbagai kendala pelayanan.
Kepala PSDKP Tarakan, Yoki Jiliansyah, S.Pi., M.Si., mengatakan FKP merupakan agenda rutin tahunan untuk mengevaluasi kinerja personel maupun kualitas pelayanan agar semakin baik ke depannya.
“Forum Konsultasi Pelayanan Publik ini merupakan kegiatan rutin yang kami laksanakan setiap tahun untuk mengevaluasi kinerja, baik anggota maupun pelayanan di Stasiun PSDKP Tarakan, agar ke depannya menjadi lebih baik,” terang Yoki kepada Equator TV.
Ia mengakui, pelaksanaan pelayanan yang telah mengacu pada SOP terkadang masih menghadapi kendala komunikasi antara petugas dan masyarakat, khususnya para pelaku usaha perikanan.
Menurutnya, hasil penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) PSDKP Tarakan mencapai 91,46. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penilaian masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
“Terkadang, meskipun kami sudah menjalankan pelayanan sesuai SOP dan melakukan pendekatan secara intensif kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha, masih ada hal-hal yang menyebabkan miskomunikasi. Tapi, pada dasarnya seluruh tahapan SOP sudah kami jalankan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Yoki menambahkan, evaluasi juga diperlukan untuk mengantisipasi persoalan yang muncul akibat kesalahan manusia (human error) maupun kendala teknis, seperti gangguan sistem dan jaringan internet.
Karena itu, komunikasi melalui berbagai saluran, termasuk media sosial, dinilai penting agar informasi pelayanan dapat tersampaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Menariknya, forum tersebut juga mengangkat aspirasi pengguna layanan terkait kebutuhan pelayanan pada akhir pekan.
Salah seorang pelaku usaha mengusulkan agar jam pelayanan Sabtu dan Minggu diperpanjang dari pukul 09.00–14.00 WITA menjadi pukul 09.00–15.00 WITA.
Usulan ini bukan tanpa alasan. Pelaku usaha membutuhkan waktu untuk mengurus surat izin yang lainnya, sebelum kapal berangkat.
Menanggapi hal tersebut, Yoki menjelaskan bahwa pelayanan pada akhir pekan memang dilaksanakan dengan jumlah petugas terbatas dan sistem penugasan bergantian.
“Khusus hari Sabtu dan Minggu, pelayanan memang tidak dilakukan oleh banyak petugas. Kami biasanya menugaskan maksimal sekitar empat orang dan mengaturnya secara bergantian,” ungkapnya.
Ia menyebut, pengaturan jadwal petugas menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan pelayanan dengan kebutuhan pelaku usaha tanpa mengabaikan pengaturan sumber daya personel.
“Kami mengambil langkah yang lebih berpihak kepada kebutuhan para pelaku usaha. Mengapa kami menambah jam pelayanan? Karena kami bisa mengaturnya melalui jadwal petugas pelayanan yang disusun secara saksama agar tidak mengganggu aktivitas para nelayan itu sendiri,” tambah Yoki.
Selain evaluasi waktu pelayanan, FKP juga membahas penguatan integritas aparatur, khususnya pencegahan gratifikasi yang berpotensi mengarah pada tindak pidana korupsi.
Pembahasan ini menegaskan bahwa pelayanan yang profesional tidak hanya menuntut kecepatan dan kemudahan, tetapi juga harus menjunjung transparansi, akuntabilitas, serta bebas dari praktik pemberian yang bertentangan dengan kewajiban dan tugas aparatur.
Melalui FKP ini, PSDKP Tarakan berharap berbagai masukan dari pengguna layanan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sebab, keberhasilan pelayanan publik tidak hanya diukur dari prosedur yang telah dijalankan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat, nelayan, dan pelaku usaha benar-benar merasakan kemudahan serta kepastian dalam memperoleh layanan. (RK)



