EQUATOR-TV, TARAKAN – Kota Tarakan sejak enam bulan terakhir mengalami peningkatan jumlah penduduk yang cukup tinggi, yakni lebih dari 2000 orang atau sekitar 2% dari jumlah penduduk saat ini dan mayoritas didominasi oleh pendatang dari luar Tarakan.
“Kenaikan ini disebabkan oleh adanya mobilitas yang sangat tinggi, datang dan bekerja, namun tidak semua punya KTP Tarakan”, ujar
Hery Purwono, S.STP, selaku Kepala Disdukcapil Kota Tarakan, mengawali sambutannya saat Sosialisasi dan Peluncuran Gerakan Sadar Pendaftaran Penduduk Non Permanen (GASPEND) pada Selasa pagi (5/11/2025), di Gedung Serbaguna, Pemkot Tarakan.
Kondisi inilah akhirnya mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Peluncuran GASPEND, guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat, khususnya para ketua RT, lurah, dan camat, terhadap pentingnya pendataan penduduk non permanen yang ada di Kota Tarakan.
Pada sosialisasi kali ini Hery juga memaparkan materi mengenai pentingnya pendaftaran penduduk pendatang, serta menegaskan bahwa pendataan yang akurat sangat dibutuhkan agar pemerintah memiliki gambaran nyata mengenai jumlah dan aktivitas penduduk di wilayahnya.
“Kita coba galang kegiatan atau kesadaran bersama namanya Gerakan Sadar Pendatangan Penduduk Non Permanen. Jadi penduduk-penduduk pendatang itu diharapkan melapor kalau sudah tiba di Tarakan,” ujarnya.
Pada dasarannya GASPEND bukan hanya sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi juga untuk penguatan sistem pendataan digital melalui peluncuran aplikasi ini.
Aplikasi ini memang dirancang untuk membantu RT, lurah, dan petugas lapangan dalam melakukan pendaftaran penduduk non permanen secara cepat dan terintegrasi.
“Supaya pemerintah ini punya gambaran berapa sih orang yang tinggal, hidup, dan beraktivitas di Kota Tarakan,” tambahnya.
Sementara itu, Ahmad Bitul Zainul, S.H., selaku Kasi Pendokumentasian Dokumen Kependudukan, menyampaikan bahwa sosialisasi ini juga menjadi ajang untuk menjawab tantangan ketimpangan data antara sistem dan kondisi di lapangan.
“Mudah-mudahan dengan adanya aplikasi ini, semua data penduduk yang masuk maupun keluar bisa dirangkum dan menghasilkan data yang real,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Disdukcapil Kota Tarakan berharap seluruh perangkat wilayah dapat memahami pentingnya pendataan penduduk non permanen, serta aktif berkolaborasi dalam penerapan aplikasi GASPEND. Upaya ini juga diharapkan mampu mewujudkan tata kelola kependudukan yang lebih tertib, transparan, dan berbasis teknologi di Kota Tarakan.(RS).










