Gambar: Detikcom
JAKARTA – Jumlah korban penipuan jasa titip tiket konser Coldplay yang melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri terus meningkat. Total kerugian sementara diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Jumlah korban yang melapor saat ini telah mencapai 60 orang dengan nilai kerugian awal sebesar Rp32 juta yang kini meningkat menjadi Rp183 juta,” ujar Zainul Arifin, pengacara korban, kepada wartawan pada Selasa, 23 Mei.
Dalam laporannya, para korban menyatakan bahwa penipuan dilakukan melalui media sosial. Pelaku menawarkan jasa titip tiket konser Coldplay yang pada akhirnya terbukti sebagai tipu muslihat.
Selain itu, pelaku juga menggunakan beberapa platform media sosial untuk melancarkan aksinya.
“Pelaku menggunakan Twitter dan Instagram. Mereka juga menggunakan aplikasi Telegram untuk menyebarkan berbagai modus penipuan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Zainul menyampaikan bahwa Bareskrim akan memeriksa para korban pada hari ini. Selain itu, alat bukti yang terkumpul juga akan diserahkan kepada penyelidik.
“Hari ini, kami akan menyampaikan barang bukti dan klarifikasi dari beberapa korban,” katanya.
Sebelumnya, kasus ini dilaporkan oleh Zainul dengan nomor LP/B/106/V/2023/SPKT/Bareskrim Polri pada tanggal 19 Mei 2023.
Terungkap bahwa terdapat 14 korban di wilayah Jabodetabek yang mengalami kerugian sebesar Rp30 juta.
Perlu diketahui, Polda Metro Jaya telah menangkap pasangan suami istri yang menjadi pelaku penipuan jasa titip tiket konser Coldplay di Indonesia.
“Jumlah korban yang melaporkan mencapai sekitar 60 orang dan total uang yang terlacak dalam rekening pelaku mencapai Rp257 juta berdasarkan hasil penyelidikan sementara,” ujar Kombes Auliansyah Lubis, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
Pasangan suami istri berinisial ABF dan W tiu menggunakan akun Twitter @fintrove_id dalam menjalankan praktik penipuan dengan modus jasa titip tiket konser Coldplay yang direncanakan akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada tanggal 15 November mendatang.
Akun Twitter tersebut dibeli oleh pasangan tersebut dengan pertimbangan bahwa akun tersebut telah memiliki banyak pengikut.
Pengikut yang banyak menjadi modus kedua bagi pelaku untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat dalam melakukan transaksi.
“Melalui akun Twitter tersebut, mereka menyediakan jasa titip atau open war tiket Coldplay music of the spheres di Jakarta. Mereka juga mengklaim telah berhasil menjual berbagai tiket konser sebelumnya,” ungkap Auliansyah.










