TARAKAN, EQUATOR TV – BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Tarakan melakukan sosialisasi Obat dan Makanan bertajuk “Sobat Kaltara” pada Senin pagi, bertempat di Pelabuhan Tengkayu I – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara.
Sobat Kaltara diluncurkan BPOM Tarakan yang bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Tarakan untuk tujuan menyebarkan informasi penting tentang obat dan makanan di atas speedboat yang mengelilingi wilayah perairan Kaltara.
Program ini dilaksanakan guna memerangi banyaknya temuan-temuan BPOM Tarakan terkait peredaran kosmetik dan obat-obatan ilegal yang diselundupkan bersamaan dengan pengiriman ikan maupun barang-barang lainnya, melalui speedboad. Dan Kaltara sebagai pintu masuk terhadap peredaran ilegal ini, terutama yang berasal dari negara-negara tetangga.
Herianto Baan selaku Kepala BPOM Kota Tarakan, dalam wawancaranya menyampaikan bahwa : “Jangan sampai negara kita menjadi negara sampah bagi negara-negara tetangga, dalam hal peredaran kosmetik dan obat ilegal yang membahayakan penduduk Indonesia sebagai penggunanya. ”
“Barang-barang tersebut masuk melalui Kaltara, baru kemudian beredar ke wilayah Sulawesi dan kota-kota lainnya”, tambahnya.
Melalui program Sobat Kaltara, BPOM Tarakan berharap bahwa masyarakat Kalimantan Utara dapat lebih memahami bahayanya kosmetik dan obat makanan yang ilegal.
Program ini tak hanya menyasar masyarakat umum tetapi juga para ABK / motoris spead boat, dengan melalui penayangan video Sobat Kaltara di speedboat, layanan pengaduan, hingga informasj pelayanan.
Sosialisasi di atas speedboat ini dapat membantu membawa perubahan positif dalam menjaga kesehatan masyarakat di daerah ini.










