Equator-TV, Tarakan – Setelah mengabdi selama dua dekade di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Norhayati Andris, seorang politisi wanita dari Kalimantan Utara (Kaltara), memutuskan untuk melangkah ke arah yang baru dengan mendaftar ke partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan datang. Keputusannya ini bertujuan untuk menghidupkan kembali dinamika politik di Kaltara.
Alasan Perpindahan
Keputusan Norhayati untuk meninggalkan PDIP dan bergabung dengan Gerindra bukan tanpa alas an. Setelah dikeluarkan dari kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Kaltara, Norhayati merasa perlu melakukan perubahan agar dapat membawa semangat baru dalam berpartisipasi dalam kontestasi politik tahun 2024.
Norhayati juga menegaskan bahwa perpindahannya tidak didorong oleh rasa sakit hati terhadap partai dengan simbol kepala banteng. Wanita yang akrab disapa Nor ini mengucapkan terima kasih atas perjuangannya selama 20 tahun menjadi kader PDIP. Baginya, dalam dunia politik, keceriaan adalah hal yang sangat penting, meskipun dalam dinamikanya terdapat gesekan-gesekan yang dianggap wajar.
Tantangan di Pemilu 2024
Mengenai batasan-batasan yang diberlakukan terhadapnya oleh PDIP dalam Pemilu 2024, Norhayati tidak menampiknya. Keputusannya untuk pindah ke Gerindra didasarkan pada keyakinannya bahwa tahun 2024 akan menjadi tahun kemenangan bagi Gerindra. Norhayati juga melihat besarnya partai berlogo kepala burung Garuda Pancasila sebagai salah satu pertimbangannya untuk beralih ke Gerindra.
Dukungan dari Gerindra
Perpindahan Norhayati Andris ke Gerindra juga mendapat dukungan dari Ketua DPD Gerindra Kaltara, Ibnu Saud. Ia mengapresiasi keputusan Norhayati untuk mempercayakan aspirasinya kepada Gerindra, khususnya dalam upayanya untuk menduduki kursi di DPRD Kaltara.
Menurut Ibnu Saud, berdasarkan surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra, Norhayati Andris akan mencalonkan diri dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kaltara dengan nomor urut 8.
Kontribusi Norhayati bagi Gerindra
Lebih lanjut, perpindahan Norhayati ke Gerindra tidak dianggap sebagai perubahan besar dalam dinamika pergerakan partai tersebut. Menurut Ibnu Saud, Gerindra selalu mengalami peningkatan dalam perkembangannya. Keberadaan Norhayati di Gerindra dianggap sebagai penyegar bagi partai ini, membawa nuansa tersendiri dalam pergerakan politik.
Dengan langkahnya ini, Norhayati Andris berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi Gerindra dan juga untuk mewujudkan perubahan positif di politik Kalimantan Utara. Semoga perpindahannya membawa keberhasilan dalam Pemilu 2024 dan membantu memperkuat Gerindra sebagai salah satu kekuatan politik di daerah ini.

Alasan Perpindahan







