EQUATOR-TV, TARAKAN – PT. Pertamina Hulu Regional 3 Zona 10 Fields melalui Badan Dakwah Islam (BDI), menggelar bhakti sosial khitanan massal pada Kamis pagi (21/12/2023), di gedung Pertamina EP, Tarakan.
Kegiatan khitanan massal yang melibatkan hampir 100 orang peserta ini, bertujuan untuk memupuk jiwa sosial serta ajakan saling berbuat baik terhadap sesama.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa solidaritas di lingkungan Pertamina terhadap masyarakat Tarakan”, ujar drg.Yuddi Purwanto, selaku Vice Director RS.Pertamina, Tarakan kepada Tim Liputan.
Selain itu, dalam wawancaranya dengan Tim Liputan, Ketua BDI Muhammad Hanif juga mengatakan, bahwa “tujuan kegiatan ini tak hanya sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan juga sebagai bagian dari program
unggulan PT. Pertamina EP. Kami juga senang dapat melibatkan lebih banyak masyarakat dan mendapatkan antusiasme
yang cukup tinggi, hal ini menunjukkan betapa besarnya dampak positif yang dapat
dihasilkan dari kegiatan ini”.
Dengan keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini, Pertamina berharap dapat memberikan manfaat yang signifikan untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Karena khitanan massal tak hanya
mengedepankan aspek kesehatan fisik, namun juga menjadi ungkapan nyata dari kepedulian dan
komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan masyarakat.
Melalui kerjasama yang terjalin dan semangat kebersamaan yang ada, diharapkan dapat
membentuk masyarakat yang lebih sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing yang tinggi.
Khitanan massal yang merupakan hasil kerjasama PT.Pertamina EP dan BDI, serta didukung oleh RS.Pertamina Tarakan ini, sebelumnya telah didahului dengan tahapan screening kesehatan dan seleksi peserta. Setiap peserta khitanan yang hadir, akan dipanggil masuk ke ruangan Tim Medis sesuai nomer antrian masing-masing, dan akan mendapatkan obat-obatan secara gratis serta bingkisan dari PT. Pertamina EP, pasca pelaksanaan khitanan.
Meski proses khitanan berlangsung dalam suasana yang cukup histeris, namun para peserta yang rata-rata berusia antara 8-12 tahun ini, tampak antusias mengikuti prosesi yang ada.










