EQUATOR-TV, NUNUKAN – Pada Kamis pagi (29/05/2025), Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Utara bersama dengan IPK Sabah, Polis Marine Wilayah 4 Sabah, Polis Diraja Malaysia, kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan Rendezvous di perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, dimana tahun ini, pihak Malaysia yang menjadi tuan rumah.
Sebelum menuju lokasi Rendezvous, tim Ditpolairud Polda Kalimantan Utara melaksanakan apel pagi yang dipimpin oleh Kombespol Tidar Wulung Dahono, S.H., S.I.K., M.H., selaku Dirpolairud Polda Kaltara. Kemudian, tim bergerak ke perbatasan Indonesia-Malaysia, dengan menggunakan kapal Haridra Suryavega, pada Pk.06.20 wita, yang mempertemukan kedua negara dalam Rendezvous diatas kapal milik Malaysia, yakni Kapal Polis PA54 Malaysia, sebagai simbol kerjasama.
Hadir dalam Rendezvous ini berbagai pihak, termasuk Konsul Jenderal Indonesia untuk Malaysia, Konsulat Kepolisian dan perwakilan dari TNI yang juga berada di Tawau. Pertemuan ini diwakili oleh Wakil Direktur Polis Marine yang menaungi Sabah, Superintenden Jeffrey, beserta sejumlah kru kapal. “Kegiatan Rendezvous ini adalah kegiatan rutin kami yang dilaksanakn setiap tahun, dimana rendezvous pertama kali ini dilaksanakan oleh pihak Malaysia”, ujar Kombespol Tidar.
“Kami, di koordinat kita berdiri sekarang ini antara Sebatik dan Tawau, di dua negara. Kami disini juga didampingi oleh beberapa pihak yang bersifat kenegaraan, yakni dari Konsulat Jendral untuk Indonesia-Malaysia yang berposisi di Tawau, yaitu Bapak Aris. Kemudian konsulat dari kami, Konsulat Kepolisian yang ada di Tawau yakni AKBP Lili, bersama-sama Konsulat dari TNI yang ada di Tawau”, imbuhnya.
Dalam pertemuan yang dimulai pukul 09.00 waktu setempat, kedua pihak membahas berbagai isu teknis terkait keamanan dan pengamanan di wilayah perbatasan. “Kegiatan Rendezvous ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kerjasama antara Indonesia dan Malaysia dalam menjaga keamanan di wilayah perairan. Kami bersepakat untuk menyiapkan data dan bahan untuk musyawarah lanjut di Kota Kinabalu yang akan datang, ” ujarnya dalam wawancaranya dengan Tim Liputan. Ada beberapa poin penting yang berhasil disepakati untuk dibawa ke Musyawarah Polis Merin (MPCD) mendatang di Kota Kinabalu pada bulan Juli. Di antara kesepakatan tersebut adalah penentuan wilayah operasi, penyusunan frekuensi dan jadwal patroli, serta pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terintegrasi. Poin lain yang diangkat dalam pertemuan ini adalah pertukaran informasi dan pengawasan yang lebih efektif, penegakan hukum, dan upaya peningkatan kapasitas pelatihan bersama untuk kemampuan personel masing-masing negara.
Melalui pertemuan ini, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi serta meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan, yang ditunjukkan melalui komitmen kedua belah pihak, serta menciptakan ikatan yang lebih erat diantara aparat penegak hukum dari Indonesia dan Malaysia. Menutup kegiatan Rendezvous, dilakukan penyerahan souvenir sebagai simbol kerjasama yang baik antara kedua negara, dan diakhiri dengan sesi foto bersama di atas kapal Polis PA54 Malaysia.(RS)










