EQUATOR-TV, TARAKAN – Rombongan Komisi VII DPR RI tiba di Kota Tarakan pada Kamis sore (19/6/25), dalam rangka melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Kedatangan rombongan disambut secara resmi oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum beserta Ibu Gubernur Hj. Rahmawati, S.H, yang juga merupakan Anggota DPR RI Komisi VII, di Ruang VIP Bandara Juwata Tarakan. Rombongan diterima dengan prosesi adat Tepuk Tepung Tawar, budaya penyambutan sebagai simbol selamat datang yang lazim digunakan di Kaltara saat menyambut tamu kehormatan, termasuk para pejabat tinggi negara.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, hadir bersama 15 anggota lainnya dan dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Tanjung Selor. Sebagaimana yang disampaikan Gubernur Zainal pada awak media saat menerima kedatangan rombongan. Rombongan semestinya dijadwalkan pada siang hari, namun mengalami keterlambatan karena kondisi cuaca.
“Jadi seharusnya siang tadi mendarat Komisi VII DPR RI dalam rangka kunjungan ke Kalimantan Utara untuk melaksanakan kegiatan RDP dan alhamdulillah jam 3 mau ke jam 4 ini mereka baru landing karena tadi siang tidak bisa landing di Balikpapan, dan bersyukur mereka bisa selamat tiba di Tarakan,” ujar Gubernur.
Selanjutnya, rombongan langsung bergerak menuju Tanjung Selor untuk menghadiri RDP yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Gubernur Kaltara pukul 19.00 WITA. “Setelah itu langsung ke Tanjung Selor, untuk persiapan RDP di Kantor Gubernur malam hari ini. Seharusnya jadwal jam 3 sore ini, tetapi karena cuaca buruk di Balikpapan sehingga mundur ke jam 7 malam, insyaallah,” lanjut Gubernur Zainal.
Setelah pelaksanaan RDP, agenda akan dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Luminor pada pukul 20.00 WITA. Rangkaian kunjungan kerja ini diharapkan menjadi momen strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif pusat dalam mendukung program-program pembangunan di Kaltara, khususnya yang berkaitan dengan sektor energi, lingkungan, dan teknologi yang menjadi ruang lingkup Komisi VII DPR RI.(VT)










